BPS yakin inflasi Agustus di bawah 2%
Kamis, 29 Agustus 2013 - 11:53 WIB
BPS yakin inflasi Agustus di bawah 2%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik memperkirakan inflasi Agustus 2013 akan berada di bawah angka dua persen. Meski secara umum harga komoditas masih mengalami kenaikan, namun sudah relatif menurun.
Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/8/2013).
"Pasti di bawah dua persen, enggak mungkin di atas dua persen. Walaupun kebutuhan Lebaran masih tinggi tetapi inflasi Agustus sudah di bawah dua persen, dan September akan lebih kecil lagi," jelas Sasmito.
Menurutnya, kenaikan inflasi relatif kecil karena adanya harga beberapa komoditas yang masih relatif tinggi, seperti daging sapi, beras, dan komoditas lainnya. "Cuma kenaikan akibat nilai tukar rupiah yang melemah membuat harga-harga barang impor naik. Tetapi inflasi relatif kecil," tukasnya.
Kenaikan harga yang cukup signifikan terdapat pada harga emas dan kedelai yang meningkat seiring terdepresiasinya mata uang rupiah. "Cewek-cewek membeli emas, ya agak rugi lah harusnya kemarin-kemarin," imbuh Sasmito.
Namun, ada yang membuat kondisi ini tertolong, yakni panen padi kedua yang terjadi pada Agustus-September. Sehingga akan membuat pasokan beras melimpah.
"Panen puncak biasa terjadi pada Maret-April, sekarang puncak panen kedua, bukan hanya padi, tetapi semua harga turun," pungkas Sasmito.
Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/8/2013).
"Pasti di bawah dua persen, enggak mungkin di atas dua persen. Walaupun kebutuhan Lebaran masih tinggi tetapi inflasi Agustus sudah di bawah dua persen, dan September akan lebih kecil lagi," jelas Sasmito.
Menurutnya, kenaikan inflasi relatif kecil karena adanya harga beberapa komoditas yang masih relatif tinggi, seperti daging sapi, beras, dan komoditas lainnya. "Cuma kenaikan akibat nilai tukar rupiah yang melemah membuat harga-harga barang impor naik. Tetapi inflasi relatif kecil," tukasnya.
Kenaikan harga yang cukup signifikan terdapat pada harga emas dan kedelai yang meningkat seiring terdepresiasinya mata uang rupiah. "Cewek-cewek membeli emas, ya agak rugi lah harusnya kemarin-kemarin," imbuh Sasmito.
Namun, ada yang membuat kondisi ini tertolong, yakni panen padi kedua yang terjadi pada Agustus-September. Sehingga akan membuat pasokan beras melimpah.
"Panen puncak biasa terjadi pada Maret-April, sekarang puncak panen kedua, bukan hanya padi, tetapi semua harga turun," pungkas Sasmito.
(izz)
Lihat Juga :