BKF: Bandingkan RI dengan India dan Rusia
Rabu, 04 September 2013 - 17:08 WIB
BKF: Bandingkan RI dengan India dan Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bambang Brodjonegoro mengatakan, posisi Indonesia yang berada di posisi ke-5 dalam peringkat daya saing dari survei World Economic Forum (WEF) merupakan hal yang wajar.
Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang besar dan kompleks dibanding negara-negara tetangga di wilayah Asia Tenggara lainnya.
Karena itu, dia meminta agar Indonesia tidak dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, karena ukuran ekonomi dan permasalahan ekonominya lebih besar.
"Coba bandingkan dengan India, Brazil, dan Rusia. Jangan bandingkan dengan ASEAN terus. ASEAN enggak sebanding karena karakter per negaranya enggak cocok dibandingkan," kata Bambang di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Dia lebih suka menyoroti posisi keseluruhan Indonesia yang naik dalam survei tersebut dari peringkat 50 menjadi peringkat 38. "Itu (peringkat) sudah naik berarti sudah ada perbaikan. Diantaranya, perbaikan di sisi perizinan, kalau korupsi itu lebih terkait kasus penegakan hukum lah," pungkas Bambang.
Seperti diketahui, WEF merilis hasil survei daya saing (global competitiveness report) negara-negara pada 2013. Dalam survei tersebut Indonesia berhasil lompat 12 peringkat menjadi 38 dari peringkat 50 pada 2012.
Sedangkan di negara ASEAN, Indonesia masih berada di posisi ke lima di belakang negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Komponen daya saing Indonesia yang paling meningkat adalah infrastruktur yang berhasil lompat 17 peringkat dari posisi 78 tahun 2012 menjadi posisi 61 pada tahun ini," demikian seperti dikutip Sindonews dari rilis resmi WEF, hari ini.
Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang besar dan kompleks dibanding negara-negara tetangga di wilayah Asia Tenggara lainnya.
Karena itu, dia meminta agar Indonesia tidak dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, karena ukuran ekonomi dan permasalahan ekonominya lebih besar.
"Coba bandingkan dengan India, Brazil, dan Rusia. Jangan bandingkan dengan ASEAN terus. ASEAN enggak sebanding karena karakter per negaranya enggak cocok dibandingkan," kata Bambang di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Dia lebih suka menyoroti posisi keseluruhan Indonesia yang naik dalam survei tersebut dari peringkat 50 menjadi peringkat 38. "Itu (peringkat) sudah naik berarti sudah ada perbaikan. Diantaranya, perbaikan di sisi perizinan, kalau korupsi itu lebih terkait kasus penegakan hukum lah," pungkas Bambang.
Seperti diketahui, WEF merilis hasil survei daya saing (global competitiveness report) negara-negara pada 2013. Dalam survei tersebut Indonesia berhasil lompat 12 peringkat menjadi 38 dari peringkat 50 pada 2012.
Sedangkan di negara ASEAN, Indonesia masih berada di posisi ke lima di belakang negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Komponen daya saing Indonesia yang paling meningkat adalah infrastruktur yang berhasil lompat 17 peringkat dari posisi 78 tahun 2012 menjadi posisi 61 pada tahun ini," demikian seperti dikutip Sindonews dari rilis resmi WEF, hari ini.
(izz)
Lihat Juga :