Pemerintah dituding terus mengebiri dan membatasi Pertamina

Rabu, 04 September 2013 - 17:31 WIB
Pemerintah dituding...
Pemerintah dituding terus mengebiri dan membatasi Pertamina
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dianggap sampai hari ini tetap mengebiri dan membatasi kinerja Pertamina. Padahal, dibandingkan sejak masa Orde Baru dimana Ibnu Sutowo masih menjadi Direktur Utamanya, Pertamina sudah relatif lebih baik secara pengelolaan manajemen.

Ekonom energi, Darmawan Prasodjo mengatakan, Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 1975 sebenarnya mencegah Pertamina mendirikan negara di dalam negara dengan cara menyerahkan sebagian besar revenue Pertamina kepada Bank Indonesia.

Tetapi dalam perjalanannya, regulasi macam ini hanya membuat Pertamina menitikberatkan operasionalisasinya pada profit semata karena harus menyetor pada pemerintah.

"Pertamina hari ini berbasiskan pada profit. Jadi berbekal Inpres Tahun 1975 revenue Pertamina masuk ke BI, yang kembali plus kena pajak kepada Pertamina hanya 3 persen," ujar Darmawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

"Tahun 2013 Pertamina sudah membaik tapi kok seperti itu sehingga enggak akan berkembang. Padahal Inpres 12 Tahun 1975 tersebut hanya mengebiri Pertamina," sambungnya.

Darmawan melihat perusahaan minyak asal Malaysia Petronas pada akhirnya lebih maju karena hampir 70 persen keuntungannya diinvestasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan proyek-proyek besar Negari Jiran tersebut.

"Petronas berkembang karena dapat merespon dinamika pasar seperti itu. Sedangkan pertamina tidak seperti itu karena mau apa-apa harus mengajukan anggaran, jadi mau kapan jalan proyeknya," kata Darmawan.

Oleh karena itu, Darmawan meminta ada perubahan strategi pengelolaan kapital Pertamina agar dapat berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Harus ada perubahan strategi pengelolaan kapital Pertamina ke depannya," tutup Darmawan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
25 menit yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
10 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
11 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
12 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
13 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
14 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved