Harga minyak di Asia lebih tinggi

Kamis, 05 September 2013 - 13:40 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia lebih tinggi
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini lebih kuat, karena Presiden AS Barack Obama membersihkan rintangan legislatif pertama dalam upaya memenangkan dukungan kongres untuk serangan militer terhadap Suriah.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik 31 sen menjadi USD107,54 per barel pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, naik 23 sen menjadi USD115,14 per berel.

Kenaikan terjadi setelah Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS mendukung persetujuan perubahan pemogokan otorisasi resolusi di Suriah, meskipun dengan batas waktu 90 hari dan pembatasan penggunaan pasukan darat untuk keperluan tempur.

Obama bertemu dengan para pemimpin dunia di Rusia, Kamis (5/9/2013), ketika berusaha menjembatani perpecahan mendalam atas dorongan aksi yang dipicu dugaan serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus.

Teoh Say Hwa, kepala investasi Phillip Futures, Singapura mengatakan, ekspresi awal dukungan dari Kongres telah meningkatkan kemungkinan aksi militer. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kerusuhan bisa menyebar di wilayah Timur Tengah, yang menyumbang sepertiga minyak mentah dunia. "Ini bisa mengganggu pasokan minyak," ujarnya, seperti dilansir dari AFP.

Sementara Chua Hak Bin, ekonom Asia Tenggara dari Bank of America Merrill Lynch, Singapura mengemukakan harga minyak yang tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi.

"Lonjakan harga minyak datang pada waktu yang sangat buruk, ketika beberapa negara Asia, terutama India dan Indonesia sudah menghadapi tekanan dari inflasi yang tinggi, subsidi BBM yang besar dan pelebaran defisit perdagangan minyak," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
4 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
36 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved