Kadin desak pemerintah revisi UU Migas

Senin, 09 September 2013 - 11:21 WIB
Kadin desak pemerintah...
Kadin desak pemerintah revisi UU Migas
A A A
Sindonews.com - Ada beberapa faktor yang menyebabkan produksi migas nasional terus mengalami penurunan. Salah satunya, tidak ada kepastian hukum.

Jika dilihat rata-rata, penurunan produksi minyak Indonesia mencapai 3,1 persen per tahun. Demikian pula dengan produksi gas yang turun 12,8 persen dari 9.336 MMSCFD pada 2010 menjadi 8.142 MMSCFD.

Beberapa indikator hukum di Indonesia yang belum memberikan kepastian dicontohkan dalam beberapa kasus, seperti pembubaran BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi (MK), dan kasus bioremediasi PT Chevron.

Melihat kondisi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indoenesia mendesak pemerintah merevisi UU Migas, karena tingkat urgency-nya yang sangat tinggi. Revisi tersebut akan menjadi barometer keseriusan pemerintah dalam memperhatikan industri migas.

"Itu sebabnya Kadin sebagai wadah dunia usaha menempatkan kepastian hukum pada peringkat teratas kendala investasi di Indonesia," ujar Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Tindak kriminalisasi bisnis korporasi juga meningkat selama dua tahun terakhir akibat ketidakjelasan interpretasi hukum dan tumpang tindih peraturan.

"Hal tersebut bedampak pada tingkat kepercayaan para investor lokal dan internasional tentang kepastian hukum untuk kelangsungan berusaha di Indonesia," pungkas Suryo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perubahan UU dan Aturan...
Perubahan UU dan Aturan Kementerian/Lembaga Harus Berdasarkan Kebutuhan Publik
Kemenkum Segera Selesaikan...
Kemenkum Segera Selesaikan 8 RUU dan 3 RPP
Terpilih Jadi Ketum...
Terpilih Jadi Ketum IKPI, Vaudy Starworld Prioritaskan Lahirnya UU Konsultan Pajak
UU Tapera Digugat ke...
UU Tapera Digugat ke MK, Berikut Pasal-pasal yang Harus Diuji
Pakar Kepemiluan Jerman...
Pakar Kepemiluan Jerman Sebut Alokasi Kursi Parlemen RI Langgar UU, Tawarkan Sistem Campuran
Tok! RUU Haji dan Umrah...
Tok! RUU Haji dan Umrah Resmi Jadi Usul Inisiatif DPR
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved