Chatib: Indonesia desak AS perhatikan negara berkembang

Senin, 09 September 2013 - 14:30 WIB
Chatib: Indonesia desak...
Chatib: Indonesia desak AS perhatikan negara berkembang
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan M Chatib Basri mengungkapkan, dalam pertemuan G-20 di St Petersburg, Rusia kemarin Indonesia menunjukkan reaksi yang cukup galak agar Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kembali kebijakan-kebijakan ekonominya.

Hal ini berdampak pada melunaknya sikap AS dalam deklarasi yang menyatakan bahwa kebijakan quantitative easing AS harus memperhatikan kondisi negara lain terutama negara berkembang.

"Indonesia kemarin dikenal agak galak soal quantitative easing. Ternyata ada untungnya juga dengan itu Indonesia punya posisi dalam deklarasi dimana sebuah kebijakan negara harus mempertimbangkan dampaknya ke negara lain," terang Chatib di Gedug DPR, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Selain Indonesia, Chatib juga menyebut China, India dan Brazil yang bersuara cukup lantang dalam pembicaraan mengenai quantitative easing tersebut.

"Yang diinginkan emerging market adalah AS menyadari bahwa policy itu punya dampak dan meminta agar koordinasi sebelum kebijakan diperlukan," kata Chatib.

Chatib menambahkan, Presiden AS Barrack Obama sendiri mengakui bahwa kebijakan penarikan dana likuiditas sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan negara-negara berkembang.

Tetapi Bank Sentral AS (The Fed) dan Gubernurnya (Ben Bernanke) berdiri secara independen dan Obama mengaku tidak bisa mencampuri urusan The Fed.

"Jadi Presiden Obama menyampaikan tidak bisa mengatasnamakan The Fed, tetapi dia setuju bahwa setiap kebijakan harus konsultasi terlebih dahulu," pungkas Chatib.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved