Harga minyak di Asia melemah

Selasa, 10 September 2013 - 11:53 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia melemah
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun, karena kekhawatiran serangan militer AS terhadap Suriah mereda, setelah Rusia menyerukan Damaskus untuk menyerahkan senjata kimia.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun 90 sen menjadi USD108,62 per barel pada perdagangan pertengahan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, turun 83 sen menjadi USD112,89 per barel.

Rusia menyerukan Suriah untuk menempatkan senjata kimia di bawah kontrol internasional untuk dihancurkan dalam upaya menghindari serangan AS terhadap rezim Assad atas dugaan penggunaan senjata kimia pada rakyatnya sendiri.

Usulan itu disambut Presiden AS Barack Obama sebagai terobosan signifikan, meskipun tidak menutup opsi intervensi militer.

Senat AS juga mengumumkan, bahwa mereka akan menunda tombol pemungutan suara atas penggunaan kekuatan di Suriah dan membiarkan Obama membahas masalah ini di publik.

"Harga minyak mentah telah dikonsolidasikan pada berkurangnya ancaman serangan terhadap Suriah," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets, Singapura, seperti dilansir dari AFP.

Saat ini, harga juga turun dari angka tertinggi multi-bulan di saat dealer memperkirakan AS dan sekutunya melancarkan serangan ke Suriah, yang dikhawatirkan analis bisa menimbulkan konflik lebih luas di kawasan kaya minyak Timur Tengah.

Kondisi pasar yang ketat juga telah mereda dengan pemulihan bertahap tingkat produksi minyak mentah di Libya. Ekspor minyak Libya anjlok lebih dari 70 persen pada Agustus, setelah unjuk rasa, termasuk polisi dan penjaga perbatasan yang memaksa terminal tutup.

Sliman Qajam, anggota komite energi parlemen Libya, kemarin mengatakan, bahwa produksi negara telah kembali pulih menjadi 600.000 barel per hari, dan semua terminal ekspor akan dibuka pada pertengahan pekan depan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
12 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved