Pembelian BBM menggunakan ATM akan diuji coba di Bali
Jum'at, 13 September 2013 - 17:46 WIB
Pembelian BBM menggunakan ATM akan diuji coba di Bali
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Migas (BPH Migas) Djoko Siswanto mengatakan, pihaknya siap melaksanakan uji joba pengendalian BBM melalui ATM tahun depan.
Hal ini dimaksudkan untuk membandingkan data keuangan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan terkait pengontrolan dan pengawasan konsumsi BBM nasional.
"Aturan ini telah diatur oleh Kementeerian Keuangan, bahwa harus ada data pembanding untuk melakukan pengontrolan, pengawasan, BBM bersubsidi," kata dia, saat dihubungi SINDO, di Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Lebih lanjut dia menuturkan, tujuan uji coba pengawasan konsumsi BBM bersubsidi dengan menggunakan ATM awalnya akan dilakukan di Pulau Bali. Menurutnya Jika semuanya sudah siap nanti awal tahun sudah dapat di mulai. "Pokoknya kalau prosesnya sudah siap segera akan dimulai uji coba," jelasnya.
Dia juga menjelaskan pembayaran dengan cara non cash ini nantinya akan dihubungkan dengan pemasangan RFID. Sehingga BPH migas mempunyai data pembanding untuk menghitung hasil pengendalian BBM bersubsidi. "Ini biar jalan dulu, nanti kita klopkan dengan RFID kan ini belum jalan," kata dia.
Sebelumnya pemerintah akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2014 mendatang dengan sistem anjungan tunai mandiri (ATM).
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menuturkan dengan pembelian seperti itu, akan mudah mengontrol konsumsi masyarakat. Selain itu, lanjut dia, pembelian dengan menggunakan ATM akan menekan jumlah kecurangan pembelian BBM bersubsidi.
"Salah satu yang kita cek adalah pelaksanaan pembelian transaksi pembelian BBM bersubsidi, ini non cash, kaya voucher. Boleh dong pemerintah memberi BBM bersubsidi," kata Susilo.
Susilo menjelaskan, sistem ini akan dijalankan bekerjasama dengan sektor perbankan dengan mekanisme pembayaran melalui penyerapan saldo. Adapun penerapannya kemungkinan dilakukan tahun depan. "Semua bank, BRI, BNI, Mandiri, kalau nantinya ada kartunya ada logo BPH migas," katanya.
Hal ini dimaksudkan untuk membandingkan data keuangan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan terkait pengontrolan dan pengawasan konsumsi BBM nasional.
"Aturan ini telah diatur oleh Kementeerian Keuangan, bahwa harus ada data pembanding untuk melakukan pengontrolan, pengawasan, BBM bersubsidi," kata dia, saat dihubungi SINDO, di Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Lebih lanjut dia menuturkan, tujuan uji coba pengawasan konsumsi BBM bersubsidi dengan menggunakan ATM awalnya akan dilakukan di Pulau Bali. Menurutnya Jika semuanya sudah siap nanti awal tahun sudah dapat di mulai. "Pokoknya kalau prosesnya sudah siap segera akan dimulai uji coba," jelasnya.
Dia juga menjelaskan pembayaran dengan cara non cash ini nantinya akan dihubungkan dengan pemasangan RFID. Sehingga BPH migas mempunyai data pembanding untuk menghitung hasil pengendalian BBM bersubsidi. "Ini biar jalan dulu, nanti kita klopkan dengan RFID kan ini belum jalan," kata dia.
Sebelumnya pemerintah akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2014 mendatang dengan sistem anjungan tunai mandiri (ATM).
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menuturkan dengan pembelian seperti itu, akan mudah mengontrol konsumsi masyarakat. Selain itu, lanjut dia, pembelian dengan menggunakan ATM akan menekan jumlah kecurangan pembelian BBM bersubsidi.
"Salah satu yang kita cek adalah pelaksanaan pembelian transaksi pembelian BBM bersubsidi, ini non cash, kaya voucher. Boleh dong pemerintah memberi BBM bersubsidi," kata Susilo.
Susilo menjelaskan, sistem ini akan dijalankan bekerjasama dengan sektor perbankan dengan mekanisme pembayaran melalui penyerapan saldo. Adapun penerapannya kemungkinan dilakukan tahun depan. "Semua bank, BRI, BNI, Mandiri, kalau nantinya ada kartunya ada logo BPH migas," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :