Pemerintah diminta lakukan langkah ini
Jum'at, 20 September 2013 - 11:59 WIB
Pemerintah diminta lakukan langkah ini
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Harry Azhar Azis meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki fundamental ekonomi pasca keputusan The Fed yang menunda pemangkasan stimulus moneternya pada tahun ini.
Menurut dia, ada dua langkah paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah, yakni menekan impor dan meningkatkan kinerja ekspor. Impor terbesar yang paling wajib diatasi adalah impor hasil minyak dan gas (migas).
“Pemerintah harus segera mengatasi keterbatasan pengolahan hasil migas karena keterbatasan kilang di dalam negeri. Cara tersingkat tentu saja adalah membeli kilang, sementara pembangunan kilang baru yang butuh waktu juga harus dilaksanakan,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/9/2013).
Selanjutnya, dia menjelakan, pemerintah harus meningkatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) karena peraturan Bank Indonesia tentang DHE belum begitu optimal, sehingga menyebabkan defisit dalam neraca transaksi berjalan makin melebar.
“Aturannya sudah ada, yang kurang adalah niat dan nyali dari pemerintah untuk menegakkan aturan ini terutama terhadap investor luar yang kerap mencari-cari alasan dan mengancam untuk menarik investasi,” ujarnya.
Sementara langkah yang dilakukan dalam jangka pendek, dia menuturkan adalah mendorong peningkatan sektor industri kreatif dan pariwisata berkonsep meetings, incentive travel, conventions, and exhibitions (MICE). Cara ini dinilai efektif karena memiliki perputaran uang yang sangat besar dibanding pembelanjaan yang dikeluarkan wisatawan biasa.
Menurut dia, ada dua langkah paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah, yakni menekan impor dan meningkatkan kinerja ekspor. Impor terbesar yang paling wajib diatasi adalah impor hasil minyak dan gas (migas).
“Pemerintah harus segera mengatasi keterbatasan pengolahan hasil migas karena keterbatasan kilang di dalam negeri. Cara tersingkat tentu saja adalah membeli kilang, sementara pembangunan kilang baru yang butuh waktu juga harus dilaksanakan,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/9/2013).
Selanjutnya, dia menjelakan, pemerintah harus meningkatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) karena peraturan Bank Indonesia tentang DHE belum begitu optimal, sehingga menyebabkan defisit dalam neraca transaksi berjalan makin melebar.
“Aturannya sudah ada, yang kurang adalah niat dan nyali dari pemerintah untuk menegakkan aturan ini terutama terhadap investor luar yang kerap mencari-cari alasan dan mengancam untuk menarik investasi,” ujarnya.
Sementara langkah yang dilakukan dalam jangka pendek, dia menuturkan adalah mendorong peningkatan sektor industri kreatif dan pariwisata berkonsep meetings, incentive travel, conventions, and exhibitions (MICE). Cara ini dinilai efektif karena memiliki perputaran uang yang sangat besar dibanding pembelanjaan yang dikeluarkan wisatawan biasa.
(rna)
Lihat Juga :