Indonesia harus lepas dari ketergantungan impor

Selasa, 01 Oktober 2013 - 11:34 WIB
Indonesia harus lepas...
Indonesia harus lepas dari ketergantungan impor
A A A
Sindonews.com - Kemajuan Indonesia sekarang ini masih belum bisa lepas dari campur tangan negara lain, karena itu kedepan Indonesia harus lebih mandiri untuk memajukan bangsa sendiri.

Guru besar Universitas Indonesia (UI), Dody Susanto mengatakan, ketergantungan itu bisa membuat Indonesia dikucilkan negara lain. "Indonesia diberharap menjadi bangsa yang mandiri dalam berbagai aspek dan tidak mudah didikte, dipengaruhi apalagi dilecehkan dalam hal ekonomi, politik, dan hankam," kata pria yang juga Staf Ahli KSAD Bidang Pancasila ini di Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Selain itu, Dody mengatakan, seyogyanya Indonesia membuat karya sendiri ketimbang mengandalkan impor. Maka kemajuan bangsa ini ada di tangan anak muda sebagai penerus.

"Kita harus bersatu melakukan tindakan yang berdaulat dengan berkarya membuat produk dalam negeri dari anak bangsa. Anak muda saat ini harus yang memegang kedaulatan bangsa ini," ujarnya.

Dia berharap, bangsa Indonesia membangun ekonomi yang pancasila untuk mencapai cita-cita Indonesia dan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

Selain itu, Dody juga mengatakan, sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan perorangan ketimbang orang banyak.

"Kalau kita tidak bangun pola berpikir membuat ekonomi berbasis pancasila, maka ekonomi kita akan terpuruk. Sebab, kita dua kali telah dijajah dengan konsep ekonomi yang liberal," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
3 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
13 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
50 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved