Tenggat waktu mepet, Bank Mutiara masih belum laku

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 14:24 WIB
Tenggat waktu mepet,...
Tenggat waktu mepet, Bank Mutiara masih belum laku
A A A
Sindonews.com - Pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak kunjung berhasil menjual Bank Mutiara (Eks Bank Century) kepada investor. Padahal tenggat waktu yang diberikan untuk penjualan Bank tersebut sudah mepet.

Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho menjelaskan, sesuai aturan tenggat waktu yang diberikan untuk menjual Bank Mutiara ke investor lain sampai 21 November 2013.

Menurutnya, selain diberi tenggat waktu sampai November, LPS juga diberi kewajiban menjual Bank yang pernah dianggap gagal tersebut senilai Rp6,7 triliun.

Sampai saat ini, kata dia, baru beberapa investor yang melirik untuk mengakuisisi bank tersebut. Namun penawaran yang diberikan investor masih jauh dari nilai tersebut. Padahal menurut UU LPS, Bank Mutiara harus dijual dengan nilai sebesar itu sesuai nilai penyertaan modal yang dilakukan ketika Bailout pada 2008.

"Sudah ada dua investor yang melirik, tetapi itu belum memenuhi target yang diatur UU LPS," ucapnya di sela-sela acara Seminar yang dilakukan LPS di Kota Solo, Jumat (4/10/2013).

Dia mengatakan, jika sampai batas waktu yang ditentukan UU, tidak juga laku, maka bank yang satu ini bakal dilepas dengan harga yang terbaik tanpa adanya batasan yang diberikan Pemerintah.

Pihaknya yakin bekas Bank Century itu bakal laku di pasaran dengan harga yang cukup pantas. Selain itu, jika ada selisih harga antara nilai jual dengan dana saat bailout itu semua dianggap wajar. Pasalnya selisih nilai jual itu dianggap sebagai pembenahan terhadap Bank itu saat tidak sehat.

"Dalam aturan kan dijelaskan, jika terjadi perbedaan nilai jual itu dianggap sebagai dana pembenahan saat bank itu tidak sehat," ujarnya.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR, Muhammad Hatta mengatakan, nilai jual Bank Mutiara kemungkinan besar tidak sampai sebesar Rp6,7 triliun. Menurutnya itu semua disesuaikan dengan aset yang ada pada Bank Mutiara yang hanya sekitar Rp1 triliun sampai Rp2 triliun.

"Ya kemungkinan nantinya harga jual bank itu berkisar pada angka Rp3 triliun, hal itu sudah sesuai dengan aset yang ada," ucap Hatta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
Hakim Vonis Bebas Eks...
Hakim Vonis Bebas Eks Direktur Bank Swadesi
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
1 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
11 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
11 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
12 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved