Pemerintah siap pertahankan trend positif ekonomi RI

Rabu, 09 Oktober 2013 - 13:28 WIB
Pemerintah siap pertahankan...
Pemerintah siap pertahankan trend positif ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan pernyataan terkait dua indikator penting dalam perekonomian yang menyangkut defisit perdagangan dan inflansi.

“Data BPS menunjukkan bahwa dalam perdagangan kita dari migas dan non-migas telah mengalami surplus. Trend ini akan kita pertahankan, karena perhatian pemerintah saat ini adalah defisit dari current account,” kata Hatta dilansir dari laman Setkab, Rabu (9/10/2013).

Sebagaimana diketahui, dalam rilisnya awal bulan ini, BPS mengumumkan bahwa pada bulan September 2013 terjadi deflasi sebesar 0,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 145,74.

Sementara itu, neraca perdagangan pada Agustus 2013 juga telah mencatat angka surplus. Nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 13,16 miliar dollar AS, sedangkan nilai impor pada bulan yang sama mencapai 13,03 miliar dollar AS.

Dengan demikian pada Agustus 2013, terjadi surplus perdagangan sebesar 132,4 juta dollar AS, jauh meningkat dibanding transaksi Juli 2013 yang mencatat defisir sebesar 2,31 miliar dollar AS.

Hatta menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya mengendalikan inflasi dibawah 9 persen, termasuk menjaga supply and demand, dan juga harga-harga.

“Bank Indonesia telah mengumumkan bahwa cadangan devisa Indonesia mengalami kenaikan 2 miliar dollar AS, yaitu kini tercatat menjadi 95 miliar. Ini merupakan sentiment yang positif,” ujar Hatta.

Menurut Hatta, pemerintah akan terus melakukan upaya agar ekonomi kita berjalan dengan baik, untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan.

“Pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang telah dikoreksi menjadi 6.3% dengan mengutamakan stabilitas dan pertumbuhan di angka yang realistis,” pungkas Hatta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved