Kemenkeu anggap realistis defisit 2014 sebesar 1,69%

Kamis, 24 Oktober 2013 - 12:59 WIB
Kemenkeu anggap realistis...
Kemenkeu anggap realistis defisit 2014 sebesar 1,69%
A A A
Sindonews.com - Angka defisit yang dipatok dalam RAPBN 2014 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI merupakan angka yang terbaik bisa diusahakan oleh pemerintah.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut angka defisit 1,69 persen tersebut lebih realistis dibandingkan angka defisit yang ditetapkan dalam RPJMN sebesar 1,5 persen.

Pasalnya, pemerntah telah menghitung berbagai dampak yang melanda Indonesia, antara lain melemahnya kurs rupiah dan faktor-faktor lainnya.

"Ya sebaiknya di bawah 1,5 persen tapi angka defisit 1,69 persen sudah yang terbaik lah. Artinya sudah bisa mengakomodir pergeseran kurs, penurunan target penerimaan, dan kemungkinan kenaikan subsidi," ujar Bambang di Gedung DPR, Rabu (23/10/2013) malam.

Ketimbang menetapkan angka defisit sesuai dengan RPJMN yang tidak sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini, Bambang memberikan beberapa masukan. "Sekarang gejolak kondisi ekonomi dunia sudah terjadi, kita harus respon. Caranya defisit diperlebar dan pertumbuhan dikurangi," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Tak Seperti Indonesia,...
Tak Seperti Indonesia, Vietnam Pangkas PPN Sebesar 2%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved