RI sudah lewati masa ekonomi tersulit di 2013

Senin, 11 November 2013 - 10:43 WIB
RI sudah lewati masa...
RI sudah lewati masa ekonomi tersulit di 2013
A A A
Sindonews.com - Pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal November ini, patut disambut gembira seluruh komponen bangsa. Sebab, hal itu mengindikasikan bangkitnya ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, BPS mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2013 (yoy) mencapai 5,62 persen, atau tumbuh sebesar 2,96 persen apabila dibandingkan dengan kuartal II-2013, dan secara kumulatif, Januari-September 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,83 persen (yoy).

“Saya melihat masa-masa tersulit ekonomi Indonesia di tahun 2013 telah terlewati,” kata Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah dikutip dari situs Setkab, Senin (11/11/2013).

Ia menunjukkan kelanjutan pengumuman BPS, dimana sejumlah sektor mencatatkan pertumbuhan tertinggi di kuartal III-2013 seperti pengangkutan dan komunikasi (10,46 persen), keuangan-real estate-jasa perusahaan (8,09 persen), dan konstruksi (6,24 persen).

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan pengeluaran pemerintah mencapai 5,64 persen, konsumsi rumah tangga 2,92 persen, dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,85 persen.

Bahkan, lanjut Firmansyah, gabungan tekanan eksternal dan internal sepanjang bulan Juni-September 2013 terlalui dengan pertumbuhan ekonomi kuartalan cukup tinggi yaitu 5,62 persen dengan PDB purchasing power di atas USD1 trilun.

Sebagaimana diketahui, dari sisi eksternal ekonomi Indonesia menghadapi gejolak pasar keuangan global akibat rencana The Fed melakukan pengurangan (tapering-off) stimulus moneter di Amerika Serikat. Capital outflow terjadi dan membuat IHSG mencapai titik terendah pada tahun ini sebesar 3,967 (27/08/13).

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terjadi dan cadangan devisa turun menjadi USD92,67 miliar pada posisi akhir Juli 2013. Sementara itu dari sisi internal, tekanan inflasi sangat tinggi dan mencapai level tertinggi pada Juli 2013 sebesar 3,29 persen.

Menurut Firmanzah, gejolak ekonomi yang menimpa Indonesia saat itu sebenarnya merupakan dampak dari tekanan konsumsi di saat libur sekolah, lebaran dan menjelang tahun ajaran baru. Selain itu, dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan defisit APBN 2013 juga dirasakan pada bulan-bulan tersebut.

Guna meredam gejolak tersebut, salah satu kebijakan yang ditempuh untuk menjinakkan inflasi dilakukan oleh BI melalui penyesuaian BI rate tiga kali (Juli-September 2013) dan mencapai posisi akhir saat ini sebesar 7,25 persen.

Sementara dari sisi pemerintah, empat paket kebijakan dikeluarkan untuk memberikan stimulus fiskal kepada sektor riil dan menjaga daya beli masyarakat.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
9 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
10 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
10 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
11 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved