Sambut pasar tunggal 2015, ASEAN perkuat infrakstruktur

Selasa, 12 November 2013 - 09:38 WIB
Sambut pasar tunggal...
Sambut pasar tunggal 2015, ASEAN perkuat infrakstruktur
A A A
Sindonews.com - Dalam upaya mendorong konektivitas The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), negara-negara anggota didorong untuk segera mengimplementasikan pembangunan infrastruktur guna memperkuat hubungan antar lembaga dan manusia atau masyarakat.

Duta Besar Indonesia untuk ASEAN I Gede Ngurah Swajaya mengungkapkan, menjelang diberlakukannya era pasar tunggal tahun 2015 mendatang, semua negara anggota mempersiapkan diri dengan baik. Konektivitas ASEAN sudah di depan mata, sehingga hubungan antar lembaga maupun masyarakat harus diperkuat antar negara anggota.

Dalam kerangka itu, kata Swajaya, digelar pertemuan antar duta besar negara ASEAN dan mitra wicara ASEAN lainnya di Bali selama tiga hari, mulai hari in.

"Pertemuan ini untuk mempersiapkan konektivitas ASEA. Jadi, bagaimana mendorong konektvitas itu dengan pembangunan infrastruktur dan hubungan antara manusia di kawasan," ujar Swajaya dalam keterangan resminya di Institute for Peace and Democracy (IPD), Jimbaran, Bali, Selasa (12/11/2013).

Tidak hanya pada penguatan infrastrukktur lembaga dan antar manusia, dia menuturkan, tak kalah pentingnya adanya jaminan kelangsungan dari arus lalu lintas barang dan jasa di kawasan ASEAN. Untuk itu, kata dia, harus dibangun interaksi atau hubungan kerja sama berbagai bidang di kawasan ASEAN mulai kesenian, kebudayaan, ekonomi dan lain sebagainya.

Sementara pembahasan dengan mitra wicara ASEAN dilakukan dengan Amerika Serikat, Korea, Kanada, Jepang, Australia, India dan lainnya. Arah pertemuan, bagaimana negara-negara mitra wicara ASEAN itu bisa lebih meningkatkan perannya dalam membantu mengimplementasikan proyek-proyek untuk konektivitas ASEAN, baik kelembagaan maupun antar manusia.

Hadir dalam pertemuan itu, Dubes Amerika untuk ASEAN David L Carden, Ketua IPD Ketut Putra Erawan dan pejabat dubes lainnya.

Konektivitas ASEAN yang merupakan cetak biru bagi pembangunan kerja sama antar negara anggota, diharapkan segara diimplementasikan oleh para kepala negara kawasan tersebut. Apalagi, tahun 2015 ketika pasar tunggal terjadi yang ditandai tidak adanya bea masuk, arus lalu lintas barang dan jasa yang semakin luas, sehingga hal itu akan menarik mitra negara ASEAN lainnya.

Pasar tunggal itu memungkinkan arus masuknya basis-basis produksi, maufactiring dan investasi asing lainnya terus meningkat. Untuk menghubungkan itu, sambung Swajaya, ke depan ASEAN juga mendorong penguatan infrastrutur, seperti jalan, pelabuhan maritim dan perhubungan udara.

ASEANsebagai pasar tunggal menjadi basis industri kompetitif dan merupakan pasar potensial Asia Tenggara. "Jadi, kita merumuskan apa saja yang bisa dikerjakan untuk mempercepat cetak biru ASEAN pada 2015 pascakomunitas ASEAN terbentuk," tutupnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Fakta KTT ASEAN di...
5 Fakta KTT ASEAN di Malaysia, dari Keanggotaan Timor Leste hingga Perdamaian Kamboja-Thailand
Dilirik Para Pemimpin...
Dilirik Para Pemimpin Dunia, Pengaruh Geopolitik ASEAN Makin Perkasa
Timor Leste Resmi Jadi...
Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Xanana Gusmao: Babak Baru yang Menginspirasi
3 Alasan Timor Leste...
3 Alasan Timor Leste Baru Bergabung ASEAN pada 2025, dari Pembangunan hingga Menjaga Stabilitas
Jokowi: Saya Tak Ingin...
Jokowi: Saya Tak Ingin Kesatuan dan Sentralitas ASEAN Hanya Jadi Mantra Kosong
Peran Aktif Indonesia...
Peran Aktif Indonesia dalam ASEAN
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
3 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
3 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
4 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
4 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
5 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
5 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved