Embargo sapi Australia, RNI beralih ke Selandia Baru

Kamis, 21 November 2013 - 15:55 WIB
Embargo sapi Australia,...
Embargo sapi Australia, RNI beralih ke Selandia Baru
A A A
Sindonews.com - Keputusan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang menghentikan semua proses ekspansi bisnis ke Australia terkait impor sapi tidak akan memengaruhi stok sapi milik RNI.

"Dalam konteks RNI, kita tidak terpengaruh, karena kami juga fokus kepada daging (sapi) kami sendiri," ungkap Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro di kantor pusat RNI, Rabu (21/11/2013).

Ismed mengakui, bahwa pihaknya masih membutuhkan tambahan 6.000 ekor yang awalnya berasal dari Australia. Namun RNI telah menyiapkan alternatif baru.

"Alternatif kita adalah New Zealand, kita sudah menyiapkan untuk melakukan negosiasi awal pembelian lahan 5.000 hektare di New Zealand untuk pembelian sapi, peternakan dan juga lahan," kata dia.

Ismed mengimbau pemerintah agar ke depan harus belajar dari pengalaman dengan Australia. Jadi, Indonesia tidak lagi bergantung pada satu negara untuk memenuhi pangan dalam negeri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RI dan Australia Jalin...
RI dan Australia Jalin Kerjasama Pengembangan Energi Hijau
Di Pertemuan ASEAN-Australia,...
Di Pertemuan ASEAN-Australia, RI Dorong Kerjasama Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19
Denpasar-Darwin Pererat...
Denpasar-Darwin Pererat Kerja Sama Sister City di Pariwisata dan SDM
Kerjasama AS-Australia...
Kerjasama AS-Australia Ciptakan Senjata Hipersonik
Kembali Mesra, Australia-Prancis...
Kembali Mesra, Australia-Prancis Perkuat Kerjasama Pertahanan
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kerjasama Dalam Penelitian Covid-19
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
14 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
52 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved