Aktivitas manufaktur China sedikit melambat

Senin, 02 Desember 2013 - 11:38 WIB
Aktivitas manufaktur...
Aktivitas manufaktur China sedikit melambat
A A A
Sindonews.com - Raksasa perbankan Inggris, HSBC melaporkan aktivitas manufaktur China tumbuh pada tingkat yang sedikit lebih lambat pada November 2013, terutama dipengaruhi permintaan domestik.

Indeks manajer pembelian (PMI) akhir HSBC mencatat pertumbuhan sebesar 50,8 poin pada November, pembacaan kedua tertinggi dalam delapan bulan meskipun berkurang dari Oktober sebesar 50,9 poin. Namun, lebih baik dari pembacaan awal 50,4 poin pada 21 November.

Indeks melacak aktivitas manufaktur di pabrik dan bengkel China, alat ukur yang diawasi ketat dari kesehatan perekonomian. Angka di atas 50 poin menunjukkan pertumbuhan, sementara apa pun di bawah sinyal kontraksi.

Laporan PMI akhir untuk periode November memberikan bukti lebih lanjut bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu mendapatkan momentum, meskipun analis telah memperingatkan ketidakpastian tetap terjadi.

"Sektor manufaktur China pada November menjadi momentum pertumbuhan yang relatif stabil," kata Qu Hongbin, ekonom HSBC di Hong Kong dalam pernyataannya, seperti dilansir dari AFP, Senin (2/12/2013).

Pertumbuhan output ditopang oleh ekspansi cepat bisnis baru, yang sebagian besar didorong permintaan domestik. Namun, Qu mengingatkan kebijakan harus tetap akomodatif, mengingat "tekanan inflasi moderat" sebagai kegiatan restocking sedikit melambat dan perusahaan memangkas pekerjaan bulan lalu, membalikkan ekspansi jumlah gaji sedikit pada Oktober.

HSBC merilis data sehari setelah Biro Statistik Nasional China, CNBS mengumumkan PMI resmi untuk November datang di 51,4 poin​​, tidak berubah dari Oktober dan tertinggi sejak April 2012.

Ekonomi China menjadi pendorong penting pertumbuhan regional dan global, diperluas 7,8 persen pada kuartal Juli-September (Q3), mematahkan dua kuartal pertumbuhan yang melambat.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
9 menit yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
1 jam yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
1 jam yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
1 jam yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved