SBY pimpin ratas ekonomi di Cipanas

Senin, 02 Desember 2013 - 17:09 WIB
SBY pimpin ratas ekonomi...
SBY pimpin ratas ekonomi di Cipanas
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mengikuti perkembangan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Dalam mengantasi perkembangan ekonomi dunia, menyusul rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang mengeluarkan kebijakan tapering off, SBY menggelar rapat terbatas (ratas) kabinet di Istana Cipanas, Jawa Barat, hari ini.

Rapat dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung.

Melalui akun twitternya, @SBYudhoyono yang diunggah satu jam yang lalu, SBY mengaku terus mengikuti pergerakan rupiah. "Langkah pemulihan ekonomi dievaluasi agar daya tahan ekonomi makin kuat," kata SBY seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (2/12/2013).

Sementara, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, dalam rapat tersebut, Presiden SBY meminta di update dan meminta pandangan serta saran untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD.

"Tadi dilaporkan kepada Presiden mengenai langkah yang akan diambil apabila kebijakan (trapering off) tersebut benar dikeluarkan," ungkap Julian.

Meski hingga saat ini masih belum ada kepastian mengenai kebijakan menarik dana likuiditas oleh AS, menurut Julian, pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil.

"Tapering off belum pasti ke arah sana, masih tergantung situasi ekonomi Amerika. Tadi telah dibahas apa yang akan kita lakukan jika AS mengimplementasikan kebijakan tersebut karena dampaknya memang sangat luas," pungkas Julian.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
21 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
1 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
2 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
11 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved