Output industri Zona Euro Oktober anjlok

Kamis, 12 Desember 2013 - 18:59 WIB
Output industri Zona...
Output industri Zona Euro Oktober anjlok
A A A
Sindonews.com - Output industri Zona Euro meleset dari ekspektasi pasar, jatuh tajam pada Oktober 2013. Ini menjadi peringatan baru rapuhnya pemulihan ekonomi di blok mata uang tunggal tersebut.

Rebound ekonomi sebesar 9,5 triliun euro hampir terhenti pada kuartal ketiga (Q3) dan outlook tetap berkabut karena tingkat pengangguran tinggi, kepercayaan konsumen dan bisnis lemah.

Dilansir dari Reuters Kamis (12/12/2013), Badan Statistik Uni Eropa, Eurostat mencatat produksi industri di 17 negara mata uang tunggal Euro susut 1,1 persen, sebagai penurunan bulanan terbesar sejak September tahun lalu.

Sementara analis yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan 0,3 persen, setelah direvisi turun 0,2 persen pada September lalu.

"Semua angka produksi industri hari ini jelas menyoroti sifat pemulihan ekonomi Zona Euro bergelombang dan rapuh," kata Martin van Vliet, ekonom ING.

Penurunan bulanan dipimpin penyusutan 4,0 persen dalam produksi energi volatile. Diikuti penurunan produksi barang tahan lama sebesar 2,4 persen, seperti mobil dan elektronik. Kemudian, barang modal produksi berkurang sebesar 1,3 persen.

Produksi industri Jerman, ekonomi terbesar Eropa, turun 1,2 persen dari bulan ke bulan, kejatuhan terbesar sejak Juli. Sementara output perekonomian terbesar kedua, Prancis susut 0,3 persen secara bulanan untuk bulan kedua berturut-turut.

Irlandia, yang keluar bailout keuangan internasional, melihat produksi merosot 11,6 persen, kinerja terburuk sejak September tahun lalu.

"Pertumbuhan Zona Euro tampaknya terjebak dalam gigi rendah dengan tekanan disinflasi akan bertahan, sehingga menjaga kemungkinan tindakan lebih lanjut ECB (Bank Sentral Eropa)," ujar Vliet.

Seperti diketahui, ECB memangkas suku bunga ke rekor terendah 0,25 persen pada November sebagai reaksi penurunan tajam dalam inflasi dan pemulihan yang lemah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Presiden Jokowi di KTT...
Presiden Jokowi di KTT ASEAN - Uni Eropa
Duta Besar Uni Eropa...
Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi Jadi Dosen Tamu di UKI
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved