Indopura bangun pabrik CGA di Kalbar
Rabu, 18 Desember 2013 - 14:55 WIB
Indopura bangun pabrik CGA di Kalbar
A
A
A
Sindonews.com - PT Indopura Resources menggandeng empat perusahaan besar asal China melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), dengan total investasi USD500 juta atau sekitar Rp6 triliun.
"Tujuan kami melakukan peletakan batu pertama di sini adalah komitmen kami untuk berinvestasi pada industri pengolahan dan pemurnian bauksit (bauxite refinery) di Kalimantan Barat yang memiliki deposit bauksit sekitar 4,3 miliar ton," kata Managing Director PT Indopura Resources M Arief Winata dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Indopura Resources merupakan perusahaan joint venture (JV) antara Indonesia-Singapura-China yang bergerak dibidang khusus untuk pembangunan pabrik CGA.
Keempat perusahaan China itu adalah Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.
Ditargetkan pabrik tersebut mulai dibangun pada awal 2014 dan dapat beroperasi pada akhir 2017 di atas lahan seluas 224 hektar (ha).
Mulai saat ini, proses pembangunan pabrik yang dilakukan Indopura Resources adalah perencanaan konstruksi dan desain pembangunan pabrik yang akan rampung kurang lebih satu tahun ke depan.
Perusahaan harus melakukan proses studi kelayakan (feasibility studies), termasuk Engineering, Procurement, Construction (EP) yang dilakukan Indopura Resources bersama NHI Group, CSCEC, Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.
"Oleh karena itu kami membawa teknologi terkini untuk mengolah bauksit yang tersedia di Kalimantan Barat untuk menjadi bahan jadi dan akan lebih mempunyai nilai tambah terhadap perekonomian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat serta dapat menyerap mayoritas tenaga kerja lokal sekitar 1.500 orang," ujar Arief.
"Tujuan kami melakukan peletakan batu pertama di sini adalah komitmen kami untuk berinvestasi pada industri pengolahan dan pemurnian bauksit (bauxite refinery) di Kalimantan Barat yang memiliki deposit bauksit sekitar 4,3 miliar ton," kata Managing Director PT Indopura Resources M Arief Winata dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Indopura Resources merupakan perusahaan joint venture (JV) antara Indonesia-Singapura-China yang bergerak dibidang khusus untuk pembangunan pabrik CGA.
Keempat perusahaan China itu adalah Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.
Ditargetkan pabrik tersebut mulai dibangun pada awal 2014 dan dapat beroperasi pada akhir 2017 di atas lahan seluas 224 hektar (ha).
Mulai saat ini, proses pembangunan pabrik yang dilakukan Indopura Resources adalah perencanaan konstruksi dan desain pembangunan pabrik yang akan rampung kurang lebih satu tahun ke depan.
Perusahaan harus melakukan proses studi kelayakan (feasibility studies), termasuk Engineering, Procurement, Construction (EP) yang dilakukan Indopura Resources bersama NHI Group, CSCEC, Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.
"Oleh karena itu kami membawa teknologi terkini untuk mengolah bauksit yang tersedia di Kalimantan Barat untuk menjadi bahan jadi dan akan lebih mempunyai nilai tambah terhadap perekonomian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat serta dapat menyerap mayoritas tenaga kerja lokal sekitar 1.500 orang," ujar Arief.
(rna)