Stok BBM di Jateng-DIY aman hingga akhir tahun
Minggu, 22 Desember 2013 - 18:00 WIB
Stok BBM di Jateng-DIY aman hingga akhir tahun
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) wilayah Marketing Operation Reg IV menjamin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai akhir 2013 aman dan tidak akan terjadi kelangkaan. Pertamina menambah alokasi premium hingga 16 persen dan solar 8 persen.
GM Pertamina Marketing Operation Reg IV Jateng-DIY, Subagjo Hari Moeljanto mengatakan, menjelang Natal dan akhir tahun, diprediksi bakal terjadi kenaikan permintaan BBM. "Diprediksi kenaikan terjadi mulai H-10 hingga H+10 Natal," katanya, Minggu (22/12/2013).
Menurutnya, khusus untuk mengamankan pasokan BBM, Pertamina telah membentuk posko satuan tugas (Satgas) di kantor unit dan semua terminal BBM di wilayah Pertamina Marketing Operation Reg IV, yang akan memantau ketersediaan BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat efektif mulai 22 Desember 2013 sampai 8 Januari 2014.
Untuk meningakatkan pelayanan, perseroan juga menyiagakan 14 unit armada mobil tangki spot charter. "Mobil tangki ini akan disiapkan di titik-titik potensial untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh penyaluran BBM saat terjadi peningkatan konsumsi," ujarnya.
Langkah lain yang dilakukan Pertamina untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyakat pada akhir tahun ini, Pertamina mengintruksikan terminal BBM dan SPBU beroperasi penuh 24 jam di jalur-jalur khusus, seperti jalur wisata, jalur rawan macet dan pusat keramaian.
Sementara, untuk stok avtur, Pertamina menyiapkan tambahan suplai dari TBBM Cilacap dan TBBM Rewulu sebesar 6,25 persen per hari. Bahkan, telah dilakukan pemenuhan safe kapasitas tangki timbun DPPU Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisutjipto, dan Bandara Adisumarmo.
Selain premium yang dipastikan aman, keberadaan elpiji juga dipastikan tidak akan ada masalah menjelang Natal dan akhir tahun. Pertamina telah menambah kuota 10 persen dari konsumsi harian masyakat.
"Untuk elpiji kami memaksimalkan SPBU, serta beberapa minimarket sebagai etalase dan stabilisator harga elpiji 3 kg dan 12 kg," ujarnya.
GM Pertamina Marketing Operation Reg IV Jateng-DIY, Subagjo Hari Moeljanto mengatakan, menjelang Natal dan akhir tahun, diprediksi bakal terjadi kenaikan permintaan BBM. "Diprediksi kenaikan terjadi mulai H-10 hingga H+10 Natal," katanya, Minggu (22/12/2013).
Menurutnya, khusus untuk mengamankan pasokan BBM, Pertamina telah membentuk posko satuan tugas (Satgas) di kantor unit dan semua terminal BBM di wilayah Pertamina Marketing Operation Reg IV, yang akan memantau ketersediaan BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat efektif mulai 22 Desember 2013 sampai 8 Januari 2014.
Untuk meningakatkan pelayanan, perseroan juga menyiagakan 14 unit armada mobil tangki spot charter. "Mobil tangki ini akan disiapkan di titik-titik potensial untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh penyaluran BBM saat terjadi peningkatan konsumsi," ujarnya.
Langkah lain yang dilakukan Pertamina untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyakat pada akhir tahun ini, Pertamina mengintruksikan terminal BBM dan SPBU beroperasi penuh 24 jam di jalur-jalur khusus, seperti jalur wisata, jalur rawan macet dan pusat keramaian.
Sementara, untuk stok avtur, Pertamina menyiapkan tambahan suplai dari TBBM Cilacap dan TBBM Rewulu sebesar 6,25 persen per hari. Bahkan, telah dilakukan pemenuhan safe kapasitas tangki timbun DPPU Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisutjipto, dan Bandara Adisumarmo.
Selain premium yang dipastikan aman, keberadaan elpiji juga dipastikan tidak akan ada masalah menjelang Natal dan akhir tahun. Pertamina telah menambah kuota 10 persen dari konsumsi harian masyakat.
"Untuk elpiji kami memaksimalkan SPBU, serta beberapa minimarket sebagai etalase dan stabilisator harga elpiji 3 kg dan 12 kg," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :