IHSG masih terperangkap di zona merah

Selasa, 24 Desember 2013 - 08:48 WIB
IHSG masih terperangkap...
IHSG masih terperangkap di zona merah
A A A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya masih terperangkap dalam zona negatif, dimana IHSG tidak seperti laju bursa saham Asia lainnya yang merespon positif kenaikan tidak terduga ekonomi AS menjadi 4,1 persen dari rilis sebelumnya 2,5 persen dan estimasi 3,6 persen.

Hal ini, menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada lantaran kenaikan pertumbuhan GDP AS tersebut diasumsikan sebagai tanda akan dimulainya tapering off stimulus The Fed pada Januari 2014, sehingga memberikan sentimen negatif dan IHSG pun terganjal potensi rebound-nya.

"Pada perdagangan Selasa diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.138-4.175 dan resistance 4.196-4.210. IHSG sempat berada di bawah target support (4168-4185), namun dapat melampaui tipis yang memperlihatkan masih adanya dorongan jual jelang libur Natal," kata Reza, Selasa (24/12/2013).

Menurut Reza, kondisi semakin gawat lantaran mood pelaku pasar tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang antusias jelang akhir tahun.

"Mulai menghilangnya harapan akan Santa Rally diiringi dengan laju rupiah yang makin terpuruk membuat laju IHSG makin tertekan," imbuh dia.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.205,19 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.157,12 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.189,61.

Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Dari luar negeri, pasca terjadinya pelemahan pada sejumlah indeks di bursa saham China, kini pelaku pasar kembali banyak melakukan pembelian dengan memanfaatkan rendahnya harga-harga saham.

Di sisi lain, pelaku pasar merespon kenaikan pertumbuhan GDP AS sehingga memunculkan persepsi akan meningkatnya permintaan di AS dan berpeluang meningkatkan ekspor barang-barang dari Asia.

Bahkan adanya peningkatan outlook ekonomi AS oleh IMF menjadi tambahan amunisi bagi penguatan laju bursa saham Asia. Sejak dibuka hingga kini, laju bursa saham Eropa mantap bertahan di zona hijau melanjutkan pergerakan positif sebelumnya.

Sentimen dari penilaian IMF terhadap outlook ekonomi AS juga memberikan tambahan amunisi pada laju bursa saham Eropa, sehingga dapat memperpanjang laju positifnya. Ditambah lagi dengan berita positif dari sejumlah emiten antara lain ARM Holdings Plc., Swatch Group AG, dan Lanxess AG semakin menambah sentimen positif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Tembus USD16,54 Miliar,...
Tembus USD16,54 Miliar, Ekspor Desember 2020 Tertinggi Sejak 2013
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
21 menit yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
23 menit yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
33 menit yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
34 menit yang lalu
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
47 menit yang lalu
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved