RAPP bangun lumbung pangan di Kampar

Senin, 30 Desember 2013 - 12:00 WIB
RAPP bangun lumbung...
RAPP bangun lumbung pangan di Kampar
A A A
Sindonews.com - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Riau menyokong terbangunnya lumbung pangan di Desa Kuntu, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Hal ini untuk mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.

Presiden Direktur RAPP, Kusnan Rahmin menyatakan, pengembangan padi sawah di Desa Kuntu dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang selama ini terbengkalai. "Hal itu diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani Desa Kuntu, sekaligus bisa menjadi lumbung padi bagi wilayah Kecamatan Kampar Kiri," ujarnya, Senin (30/12/2013).

Pengembangan lumbung pangan Desa Kuntu mulai disosialiasi sejak 2008. Pada 2010 dilakukan uji coba tanam seluas enam hektare (ha). Penanaman pertama mulai dilakukan pada 2011 seluas 15 ha. Pada tahun itu juga dilakukan panen perdana dengan produksi beras rata-rata 2,2 ton/ha.

Pada 2012 penanaman diperluas menjadi 25 ha dan diperoleh hasil produksi yang meningkat dengan rata-rata 2,9 ton/ha. Pada 2013 produksi meningkat menjadi 3,7 ton/ha. "Nantinya lahan sawah yang akan dikembangkan seluas 49,5 ha," kata Kusnan.

Untuk mendukung program pengembangan lumbung pangan, dilakukan pendampingan berkelanjutan melalui pertemuan kelompok rutin yang dilakukan sekali dalam sebulan. Selain itu, pendampingan juga dilakukan melalui monitoring dan kunjungan lapangan ke lahan petani untuk mendiskusikan masalah budidaya padi. Peningkatan kapasitas petani juga dilakukan dengan melakukan sekolah lapang dan melibatkan petugas pertanian setempat.

Untuk mendukung ketahanan pangan, pihaknya juga menjalankan program Sistem Pertanian Terpadu (SPT) yang memberikan bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, obat-obatan dan peralatan pertanian.

"Secara perlahan kelompok sudah membuat kesepakatan untuk memperkuat modal melalui pola pembayaran pemanfaatan sarana produksi kepada kelompok. Modal ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya berikutnya," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menginstruksikan agar pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) mendukung ketahanan pangan sebagai antisipasi guna menghindarkan Indonesia dari jeratan krisis di tengah situasi perkekonomian global yang tidak stabil.

"Terutama untuk lima komoditas yang ditarget swasembada, yaitu padi, tebu, kedelai, jagung, dan daging ternak," kata Menhut.

Zulkifli menuturkan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional. Dia menyatakan, jika harga pangan meledak, gejolak ekonomi yang terjadi akan sulit dikendalikan.

Untuk itu, dia meminta agar pengusaha sektor kehutanan, baik BUMN maupun swasta, memanfatkan 10-20 persen areal konsesinya untuk pengembangan tanaman pangan guna mendukung pencapaian swasembada.

"Saya sudah bicara dengan Perhutani, Inhutani, swasta pemegang HPH dan HTI untuk tindaklanjuti upaya peningkatan produksi pangan. Saya minta 10 persen atau 20 persen konsesi untuk ditanam jagung, kedelai, dan tanaman pangan lain," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank DKI Pimpin Sindikasi...
Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp1,5 triliun untuk PT Oki Pulp and Paper Mills
Kolaborasi BPD Salurkan...
Kolaborasi BPD Salurkan Kredit ke Indah Kiat Pulp and Paper
PT RAPP Kirim 500 Ton...
PT RAPP Kirim 500 Ton Oksigen Medis Bantu Penanganan COVID-19 di Jawa
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Menhut Audit PT Toba Pulp atas Dugaan Penyebab Banjir Sumut
PT TPL Salurkan Sembako...
PT TPL Salurkan Sembako dan Air Bersih bagi Korban Banjir Bandang Samosir
Mangrove Terluas di...
Mangrove Terluas di Kepulauan Riau Jadi Wisata Andalan Natuna
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
19 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved