Jutaan UKM terancam kenaikan elpiji 12 kg

Senin, 06 Januari 2014 - 10:10 WIB
Jutaan UKM terancam...
Jutaan UKM terancam kenaikan elpiji 12 kg
A A A
Sindonews.com - Jutaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terancam kehilangan pendapatan atau omzet sebagai akibat kenaikan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mencapai 60 persen.

"Banyak UKM terancam, karena banyak UKM yang memakai gas elpiji sebagai penunjang utama usahanya seperti UKM warung makan, Warteg, roti dan kue, bakso, tahu-tempe, pedagang mie dan goreng gorengan. Termasuk berbagai usaha kecil kuliner lainnya," kata Ketua Umum DPD Hippi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang kepada Sindonews, Senin (6/1/2014).

Padahal, lanjut Sarman, UKM tanah air tengah mempersiapkan diri menghadapi diberlakukannya ASEAN Economic Community 2015 seharusnya pemerintah memberikan insentif kepada UKM/IKM.

"Bukan malah membuatkan kebijakan yang mengancam kelangsungan usahanya, apalagi dengan kenaikan gas elpiji yang sangat tinggi yang berdampak pada naiknya biaya produksi," jelasnya.

Menurut dia, penyesuaian harga akan dilakukan dan hal ini akan mengurangi omzet penjualan bahkan bisa kehilangan pelanggan. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi pelaku UKM/IKM. Padahal kontribusinya sangat besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional maupun lokal serta penyerapan tenaga kerja yang mencapai 90 persen.

Sarman mengatakan, alasan Pertamina mengalami kerugian sesuatu tanda tanya besar karena harga tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, jika memang mengalami kerugian mengapa baru saat ini dinaikkan dan terkesan mendadak tanpa pernah memikirkan dampak yang ditimbulkan baik dikalangan masyarakat maupun dunia usaha.

"Seharusnya pemerintan bersyukur karena kebijakannya direspon positif oleh masyarakat maupun pelaku usaha, di mana tidak lagi memakai BBM akan tetapi sudah beralih ke BBG," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
45 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
3 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
14 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved