Selalu ada pemerintah di balik keputusan Pertamina

Senin, 06 Januari 2014 - 17:54 WIB
Selalu ada pemerintah...
Selalu ada pemerintah di balik keputusan Pertamina
A A A
Sindonews.com - Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka yang pemegang saham pengendali PT Pertamina (Persero) adalah pemerintah. Dengan kata lain, maka keputusan yang diambil perseroan adalah merupakan keputusan pemerintah.

Demikian disampaikan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam konferensi pers terkait revisi kenaikan harga elpiji kemasan 12 kiligram (kg) yang digelar di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (6/1/2014).

"Apapun keputusan yang diambil Pertamina semuanya akan ditentukan melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Jadi keputusan kita ditentukan oleh pemegang saham," kata Karen dalam konferensi pers tersebut.

Dengan demikian, Karen mengharapkan agar masyarakat dapat memahami keputusan yang diambil Perseroan bukan sebagai keputusan korporasi semata.

Dikatakannya pula, bila kedepannya ada lagi temuan dari Badan Pemeiksa Keuangan (BPK) perihal produk elpiji yang dijual di bawah harga keekonomisannya, maka pihaknya kembali akan menggelar RUPS dan menyerahkan keputusan penetapan harga kepada pemegang saham pengendali dalam hal ini pemerintah.

"RUPS yang akan menentukan langkah selanjutnya. Seperti hari ini, kami agak lama menemui rekan-rekan karena kami harus menunggu hasil RUPS," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) akhirnya mengumumkan adanya revisi kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang semula naik Rp3.500 per kg, menjadi hanya Rp1.000 per kg.

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan mengatakan, dengan demikian maka harga per tabungnya menjadi sebesar Rp91.600 untuk elpiji non subsidi.

"Kami setelah mengikuti perkembangan di masyarakat dan mengikuti rapat di tempat Pak Wapres dan pertemuan lain serta hasil RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) memutuskan ada revisi kenaikan harga elpiji 12 kg, berlaku besok jam 00.00. Yang tadi Rp3.500 per kg, menjadi Rp1.000," kata Karen.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
33 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
56 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved