Pertamina akan merevisi target laba 2014

Senin, 06 Januari 2014 - 20:56 WIB
Pertamina akan merevisi...
Pertamina akan merevisi target laba 2014
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) secara resmi merevisi kenaikan harga elpiji non subsidi 12 kilo gram (kg) menjadi sebesar Rp1.000 per kg (nett) dari yang sebelumnya naik Rp3.500 per kg.

Dengan revisi kenaikan harga tersebut berarti perseroan akan menanggung beban yang lebih besar yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat pertumbuhan dari 13,17 persen menjadi 5,65 persen.

Hal tersebut seperti tercermin dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2014. "Laba bersih menjadi USD3,21 miliar," ucap Direktur Keuangan Pertamina, Andry T Hidayat di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (6/1/2013).

Penurunan potensi perolehan laba ini juga, lanjut dia, lantaran perseroan harus menutup rugi yang datang dari lini bisnis elpiji ini dari lini bisnis lainnya.

Sementara, sebagai konsekuensi dari penurunan potensi perolehan laba perseroan di tahun 2014, maka potensi dividen yang bakal diperoleh pemerintah dari badan usahanya ini juga akan ikut menurun.

Namun demikian, VP Corporate Comunication Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, untuk besaran dividen yang akan diterima pemerintah dari Pertamina sendiri belum dipastikan.

"Itu semua kan terserah pembahasannya di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Jadi tergantung pemegang sahamnya," kata Ali dalam kesempatan yang sama.

Perlu diketahui, PT Pertamina (Persero) menargetkan laba bersih perusahaan sebesar USD3,44 miliar pada 2014 yang diperoleh dari pertumbuhan agresif pada seluruh lini bisnis perusahaan baik hulu maupun hilir.

Hal tersebut tergambar dalam Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina mengenai Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Pertamina (Persero) tahun 2014 di Jakarta, Senin (23/12) silam.

Dalam RKAP 2014, Pertamina juga menargetkan pertumbuhan aset konsolidasian menjadi sebesar USD52,6 miliar, atau naik sekitar 13 persen dari tahun ini.

Sementara itu target perolehan pendapatan senilai USD79 miliar atau setara dengan Rp830 triliun dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar Rp10.500/USD. Angka pendapatan tersebut lebih tinggi sekitar 6 persen dibandingkan dengan prognosa pendapatan 2013.

Dengan nilai pendapatan tersebut, laba usaha perusahaan diperkirakan mencapai USD6,67 miliar. Adapun, laba bersih perusahaan pada 2014 ditargetkan bisa mencapai USD3,44 miliar. Target peningkatan pendapatan dan juga laba usaha didasarkan pada proyeksi pencapaian semua lini bisnis Pertamina, baik hulu maupun hilir.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved