Harga elpiji 3 kg di Ambarawa Rp20 ribu/tabung

Rabu, 08 Januari 2014 - 13:11 WIB
Harga elpiji 3 kg di...
Harga elpiji 3 kg di Ambarawa Rp20 ribu/tabung
A A A
Sindonews.com - Meski PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga elpiji 12 kg, namun kebijakan tersebut tidak bisa mengurai gejolak di masyarakat. Hal ini seperti terjadi di daerah Ambarawa dan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Masyarakat masih mengeluhkan dampak yang ditimbulkan dari kenaikan harga elpiji non subsidi. Salah satu dampak yang dikeluhkan warga adalah kenaikan harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer. Di beberapa daerah di Ambarawa dan Bawen hingga saat ini harga elpiji bersubsidi masih tinggi, yakni Rp20 ribu per tabung.

Heru Santoso, warga Kupang Rengas, Kecamatan Ambarawa menuturkan, seiring kenaikan harga elpiji 12 kg, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer juga naik. Kenaikannya bervariasi antara Rp3.500 hingga Rp4.500 per tabung.

"Sebelumnya, harga elpiji 3 kg di Kupang Rengas antara Rp15.000 hingga Rp16.500 per tabung. Setelah harga elpiji 12 kg naik, harga elpiji 3 kg ikut naik rata-rata menjadi Rp20.000 per tabung. Hingga kini belum turun meski harga elpiji 12 kg sudah turun," ujarnya, Rabu (8/1/2014).

Menurut dia, tingginya harga elpiji 3 kg ini sangat dikeluhkan warga. Sebab mereka harus menambah biaya pembelian elpiji.

"Setiap bulan kebutuhan gas rumah tangga saya mencapai enam tabung. Jika gas naik Rp4.500 per tabung, saya harus menambah pengeluaran pembelian gas sebanyak Rp27.000 per bulan," ujarnya.

Selain harganya naik, pasokan elpiji 3 kg di Ambarawa juga tersendat. Sehingga, elpiji 3 kg menjadi langka dan warga kesulitan mendapatkan bahan bakar rumah tangga tersebut.

"Kondisi ini sangat menyulitkan warga. Kami minta pemerintah segera melakukan langkah untuk mengatasi masalah ini," ucapnya.

Sementara, hal yang sama juga terjadi di beberapa daerah di Kota Salatiga. Pasca kenaikan harga elpiji 12 kg, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer mengalami kenaikan menjadi antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per tabung.

"Harga naik karena ada pengurangan jatah dari agen dan peningkatan konsumen. Sekarang agen membatasi pasokan ke pangkalan maksimal 8 tabung per hari," ujar Muslikah, salah seorang pengecer elpiji 3 kg di Blotongan.

Dia mengatakan, pembatasan pasokan tersebut sangat dikeluhkan pengecer dan warga. Sebab, penjualan menjadi berkurang dan warga kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.

"Banyak warga kecele dan mereka harus mencari gas ke pengecer yang masih memiliki stok. Saya berharap pasokan segera normal kembali agar pendapatan bisa stabil lagi," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
18 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
42 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
48 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved