Harga minyak di perdagangan Asia rebound

Kamis, 09 Januari 2014 - 11:30 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia rebound
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia pada akhir perdagangan pagi ini rebound, setelah data persediaan AS menunjukkan penurunan pasokan akibat musim dingin yang parah di wilayah Amerika Utara, mendorong permintaan energi sangat kuat.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 33 sen menjadi USD92,66 per barel. Minyak mentah Brent North untuk Februari, juga naik 33 sen menjadi USD107,48 per barel.

Persediaan minyak AS mencatat penurunan sebanyak 2,7 juta barel, jauh lebih besar dari perkiraan analis sebanyak 600.000. Namun, stok bensin naik 6,2 juta barel jauh di atas perkiraan analis 2,0 juta, dalam konsensus yang disurvei Wall Street Journal.

Tan Chee Tat, analis investasi Phillip Futures, Singapura, percaya bahwa tingginya pasokan bensin tidak akan memiliki dampak terlalu banyak terhadap sentimen pasar. "Adalah normal selama musim dingin permintaan bensin turun, sedangkan permintaan minyak mentah naik," ujarnya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (9/1/2014).

"Permintaan minyak sebagai pemanas kemungkinan pada skala yang lebih tinggi karena cuaca dingin di AS dan ini cenderung mengarah pada permintaan yang lebih tinggi untuk minyak mentah," tambahnya.

Tingkat persediaan AS dipantau tajam investor karena merupakan indikator permintaan ekonomi dan konsumen minyak terbesar di dunia. Tapi, harga minyak kemungkinan akan terus menghadapi tekanan dengan output Libya hingga 546.000 barel per hari dari sebelumnya 250.000 barel per hari.

Meskipun peningkatan output, analis tidak memperkirakan Libya dapat kembali ke keluaran sebelumnya sebesar 1,4 juta barel setelah dua kapal tanker minyak dihentikan pada Minggu (5/1/2014), oleh kapal-kapal angkatan laut Libya saat memasuki pelabuhan Al-Sedra di Cyrenaica.

Perwakilan dari pemerintah daerah Cyrenaica menyatakan bersumpah untuk melanjutkan ekspor minyak, di tengah meningkatnya konflik dengan angkatan laut. Ekonomi Libya telah terkena bencana parah di sektor minyak dan gas, yang menyumbang sebagian besar penerimaan mata uang dan pendapatan pemerintah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
31 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved