Pertamina klaim harga elpiji 12 kg RI termurah

Selasa, 14 Januari 2014 - 16:59 WIB
Pertamina klaim harga...
Pertamina klaim harga elpiji 12 kg RI termurah
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) meyakini bahwa harga gas elpiji nonsubsidi yang dijualnya masih menjadi salah satu yang termurah di antara negara-negara tetangga.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyebut, harga elpiji 12 kilogram (kg) di negara lain seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang berkisar Rp17 ribu sampai Rp24 ribu per kilogram.

"Jadi kalau ada anggapan (elpiji) 12 kg kita lebih mahal itu memang tidak benar," ujar Ali di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/1/2013).

Sedangkan negara-negara lain seperti Thailand dan Malaysia yang masih memberikan subsidi pada elpiji 12 kilogramnya, lanjut Ali, harus dibandingkan dengan harga elpiji 3 kg yang bersubsidi.

"Ini makanya sering ada berita bahwa gas di perbatasan Malaysia jauh lebih murah, karena 12 kg mereka masih disubsidi," lanjut Ali.

Diketahui, Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg menjadi Rp9.809 per kg pada awal bulan Januari 2014. Namun dikarenakan banyaknya protes dari masyarakat dan juga pemerintah, harganya diturunkan menjadi Rp6.850 per kg.

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina menegaskan akan menaikan harga elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram (kg) secara bertahap. Hal itu merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar terhindar dari kerugian secara terus menerus.

“Saat ini sedang disusun roadmap-nya kemudian nanti diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham,” kata Ali Mundakir.

Menurut Ali, kenaikan harga elpiji non subsidi kemasan 12 kg secara bertahap hingga mencapai harga keekonomian. Sehingga, lanjut dia, Pertamina tidak lagi mengalami kerugian. "Itu atas rekomendasi BPK maka harus ditindaklanjuti," kata dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Produksi RI Minus 2,8...
Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton, Harga Beras Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved