Fitra: Kebijakan harga elpiji penuh kejanggalan

Sabtu, 18 Januari 2014 - 18:20 WIB
Fitra: Kebijakan harga...
Fitra: Kebijakan harga elpiji penuh kejanggalan
A A A
Sindonews.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai kenaikan harga elpji (liquid petroleum gas/LPG) di dalam negeri penuh kejanggalan.

Koordinator Fitra, Uchok Sky Khadafi mengatakan, kenaikan elpiji seolah diprakondisikan. Di mana pemerintah tidak pernah mau mengubah porsi penjualan gas antara kebutuhan luar negeri dengan dalam negeri. Pemerintah mempertahankan porsi penjualan gas luar negeri tetap tinggi. Sementara di dalam negeri dipatok rendah.

Berdasarkan data Fitra yang diperoleh dari Kementerian ESDM, porsi penjualan gas pemerintah pada 2012 untuk dalam negeri 40,7 persen dan ekspor 59,3 persen. Akibat dari minimnya pasokan gas, membuat stok elpiji untuk pasar dalam negeri sangat terbatas. "Pemerintah melalui Pertamina justru melakukan impor untuk memenuhi pasokan gas dalam negeri," ujar Uchok, dalam siaran persnya, Sabtu (18/1/2014).

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik menyebut kenaikan harga elpiji 12 kg sudah lama dibahas. Hal janggal yang dinilai Fitra adalah lempar tuding antara Menko Perekonomian Hatta Rajasa dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku, kenaikan tersebut tanpa sepengetahuan pemerintah.

Kebijakan menaikkan harga elpiji 12 kg sendiri disebutkan berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang tertuang dari hasil audit Semester I-2013 terhadap Pertamina untuk sektor gas. Dalam rekomendasi tersebut, Pertamina sepanjang 2011-2012 mengalami kerugian Rp7,73 triliun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
13 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
30 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved