SBY: 15 tahun lagi, ekonomi RI makin berkembang

Senin, 20 Januari 2014 - 10:48 WIB
SBY: 15 tahun lagi,...
SBY: 15 tahun lagi, ekonomi RI makin berkembang
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakinkan pada 15 tahun ke depan, ekonomi Indonesia makin berkembang. Sekarang saja, Indonesia sudah berada di 15 negara dengan ekonomi terbesar, dan pertumbuhannya nomor dua setelah RRT.

Sejak 1945-1965, lanjut SBY, income perkapita USD1.100, namun dalam waktu 9 tahun terakhir income perkapita itu telah naik 3-4 kali lipat.

Kemudian, SBY juga menyampaikan bahwa 2030 Indonesia akan menjadi negara yang memiliki GDP yang tinggi. Resesi ekonomi 1998 telah membuat Indonesia makin kuat pada 10 tahun berikutnya dan hingga sekarang ini.

"Kiprah dalam G-20 merupakan pengakuan dari negara lain untuk Indonesia," tegas SBY saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional ke-13 Gabungan Pelaksana Jasan Kontruksi Indonesia (Gapensi) di Hotel Grand Ina, Sanur, Bali, dikutip dari situs Setkab, Senin (20/1/2014).

Selain itu, Indonesia saat ini dianggap sebagai salah satu negara emerging countries baru dengan julukan MINT (Meksiko, Indonesia, Nigeria, dan Turki). "Hal ini berarti Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang akan menyaingi BRICS," tambah SBY.

Perekonomian BRICS saat ini sedang mengalami penurunan. Hanya China yang memiliki stabilitas dalam krisis ekonomi dunia saat ini. Dengan kesiapan itulah, SBY melihat bahwa dari sisi ekonomi Indonesia memiliki kesiapan dalam menghadapi ASEAN Economic Community, WTO, maupun APEC.

Namun SBY juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama serta pembagian peran antara pemerintah dan pengusaha. Pemerintah baik pemerintah pusat dan daerah bertugas untuk menyelesaikan dari sisi aturan. Sedangkan, pengusaha bertugas untuk meningkatkan daya saing dengan pengusaha dari negara lain.

Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan bahwa sudah saatnya pengusaha bukan lagi berorientasi pada APBN dan APBD. Namun, orientasi sekarang ini haruslah berubah menjadi orientasi GDP. "APBN hanya merupakan 20 persen dari seluruh GDP yang dimiliki Indonesia," ujar SBY.

Untuk itu, SBY berharap dengan makin dibukanya kesempatan bagi pengusaha nasional, kemampuan dan daya saing para pengusaha makin meningkat. Dengan demikian, Indonesia makin mampu menghadapi perekonomian yang makin terbuka di masa akan datang.

Selain dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, pembukaan Munas Gapensi itu juga dihadiri oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Selain itu hadir pula 1.000 peserta/peninjau Munas ke-13 BPP Gapensi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved