Harga minyak dunia naik terdorong prediksi IEA

Selasa, 21 Januari 2014 - 20:18 WIB
Harga minyak dunia naik...
Harga minyak dunia naik terdorong prediksi IEA
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan global hari ini naik, di tengah keraguan seputar kembalinya produksi minyak mentah Libya dan prediksi kenaikan permintaan pada 2014. Hal tersebut mengimbangi kekhawatiran pasar atas kekuatan ekonomi China.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 26 sen menjadi USD94,63 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Maret, tumbuh USD1,41 ke USD107,86 per barel dalam transaksi di London.

"Perkiraan dari normalisasi cepat produksi minyak Libya telah memberikan cara untuk penilaian yang lebih realistis dari situasi," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dilansir dari AFP, Selasa (21/1/2014).

Negara Afrika Utara yang kaya minyak telah terguncang oleh ketidakstabilan politik sejak diktator Moamer Kadhafi tumbang dan terbunuh pada akhir 2011.

Krisis terbaru meletus pada Juli 2013, ketika penjaga keamanan di terminal minyak utama ditutup, menuduh pihak berwenang korupsi dan menuntut distribusi yang lebih adil dari pendapatan minyak.

Namun, harapan datang setelah setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan, permintaan minyak global akan meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan pada 2014.

IEA mencatat bahwa konsumsi minyak pada akhir 2013 dipercepat setelah negara maju yang dipimpin oleh Amerika Serikat pulih. Tapi, pertumbuhan permintaan China melambat pada semester kedua 2013.

"IEA berekspektasi permintaan minyak dunia meningkat setelah pemulihan ekonomi global memberikan beberapa dukungan untuk harga minyak," kata Abhishek Deshpande, analis bank investasi Perancis, Natixis.

Sebelumnya, dilaporkan ekonomi China pada 2013 mencatat pertumbuhan datar 7,7 persen, mempertahankan ekspansi paling lambat dalam lebih dari satu dekade.

Kekhawatiran pasokan Libya juga diimbangi prospek ekspor minyak mentah yang lebih tinggi dari Iran, setelah kesepakatan bersejarah mengekang program nuklir Republik Islam itu berlaku.

Iran menghentikan produksi uranium 20 persen setelah kesepakatan interim pertama antara Teheran dan kekuatan dunia yang dicapai November lalu. Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran setuju menahan program nuklirnya selama 6 bulan dalam pertukaran bantuan sederhana dari sanksi internasional dan janji negara P5+1 (Inggris, China, Perancis, Rusia, Amerika Serikat plus Jerman), untuk tidak menjatuhkan sanksi baru terhadap ekonomi mereka.

Kesepakatan itu, membantu mengurangi risiko geopolitik di kawasan penghasil minyak Timur Tengah, serta mengurangi ancaman gangguan pasokan dan menempatkan tekanan pada harga.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
1 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
2 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
2 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
2 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
3 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved