Pemilu akan perlambat pertumbuhan investasi RI
Kamis, 23 Januari 2014 - 18:15 WIB
Pemilu akan perlambat pertumbuhan investasi RI
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan investasi di Indonesia diprediksikan melambat tahun ini. Selain disebabkan oleh usaha pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang terus berupaya mengurangi defisit dalam neraca transaksi berjalan, pelambatan tersebut juga muncul akibat proses pemilu yang berlangsung tahun ini.
"Investasi tahun ini diperkirakan melambat karena banyak industri pasti akan menahan rencana ekspansinya sampai proses pemilu dan pilpres selesai," tutur Ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/1/2014).
Menurut dia, perkiraan pemerintah soal pertumbuhan investasi tahun ini yang sebesar 15 persen cukup masuk akal, mengingat tekanan global yang muncul akibat tapering off Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Apalagi, dalam rangka mengendalikan tekanan tersebut BI selama setahun kemarin telah menaikan suku bunga acuannya sebesar 175 basis poin.
"Perkiraan pertumbuhan (investasi) sebesar 15 persen itu masuk akal. Karena memang tekanan global yang cukup kuat akibat tapering membuat BI menaikan suku bunganya sepanjang tahun lalu," jelasnya.
Dia berharap, pelambatan tersebut dapat dilihat secara positif sebagai akibat dari kebijakan terbaik yang diambil pemerintah dalam rangka perwujudan perekonomian yang lebih stabil.
Anton juga memperkirakan, sepanjang tahun ini dorongan pertumbuhan investasi paling besar masih akan datang dari sektor manufaktur yang sudah dua tahun ini berkontribusi besar. Walaupun, tambahnya, pada realisasi kuartal IV-2013 kemarin tercatat melambat.
"Investasi tahun ini diperkirakan melambat karena banyak industri pasti akan menahan rencana ekspansinya sampai proses pemilu dan pilpres selesai," tutur Ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/1/2014).
Menurut dia, perkiraan pemerintah soal pertumbuhan investasi tahun ini yang sebesar 15 persen cukup masuk akal, mengingat tekanan global yang muncul akibat tapering off Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Apalagi, dalam rangka mengendalikan tekanan tersebut BI selama setahun kemarin telah menaikan suku bunga acuannya sebesar 175 basis poin.
"Perkiraan pertumbuhan (investasi) sebesar 15 persen itu masuk akal. Karena memang tekanan global yang cukup kuat akibat tapering membuat BI menaikan suku bunganya sepanjang tahun lalu," jelasnya.
Dia berharap, pelambatan tersebut dapat dilihat secara positif sebagai akibat dari kebijakan terbaik yang diambil pemerintah dalam rangka perwujudan perekonomian yang lebih stabil.
Anton juga memperkirakan, sepanjang tahun ini dorongan pertumbuhan investasi paling besar masih akan datang dari sektor manufaktur yang sudah dua tahun ini berkontribusi besar. Walaupun, tambahnya, pada realisasi kuartal IV-2013 kemarin tercatat melambat.
(gpr)
Lihat Juga :