Pasar MPV di Jateng masih bergairah
Senin, 27 Januari 2014 - 17:59 WIB
Pasar MPV di Jateng masih bergairah
A
A
A
Sindonews.com - Pasar mobil jenis Low Multi Purpose Vehicle (MPV) di Jawa Tengah dan Yogyakarta masih cukup tinggi. Terbukti, mobil keluaran terbaru dari Honda, yakni Honda Mobilio saat ini jumlah indent-nya mencapai lebih dari 1.000 unit, meski baru diperkenalkan.
Direktur Utama Honda Semarang Center, Sumantri mengungkapkan, penjualan semua merek mobil di Jateng dan DIY saat ini 36 persennya adalah penjualan jenis MPV, seperti Avaza, Xenia dan Ertiga. Menurutnya jenis MPV masih sangat digemari di Jawa Tengah.
"Honda meluncurkan mobil baru Honda Mobilio, dan di Jateng-DIY saat ini yang sudah indent mencapai 1.000 unit. Hal ini menunjukan mobil keluarga masih sangat diminati," katanya, Senin (27/1/2014).
Sumantri menilai, Honda Mobilio memiliki banyak kelebihan dibandingkan mobil-mobil MPV pendahulunya. Sejumlah kekurangan yang ada diperbaiki dan dibenamkan di mobil keluarga ini. Untuk harganya Mobilio juga tidak terpaut jauh dengan mobil MPV sebelumnya yakni di kisaran Rp149 juta sampai Rp190 juta.
"Karena mobilio ini pendatang terakhir. Biasanya pendatang terakhir sudah mempelajari kompetitornya, sudah mengetahui kekurangan-kekurangannya yang ada di merek-merek lain dan disempurnakan, sehingga paling bagus," ujarnya.
Dengan hadirnya Mobilio dipercaya akan menggeser pasar Honda Brio, yang selama ini cukup mendomonasi pejualan produk Honda dengan tingkat penjualan mencapai 22 persen. "Sekarang pun sudah mampu menggeser karena Brio saat ini jumlah indentnya baru mencapai 400 unit," imbuhnya.
Secara keseluruhan, kata Sumantri, Honda Semarang Center menargetkan mampu menjual 6.000 unit Mobilio 2014. Sementara untuk seluruh jenis keluaran Honda di Jateng ditargetkan mampu menjual 15 ribu unit naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang mencapai 7.650 unit.
Masih tingginya minat masyarakat terhadap mobil MPV juga diakui Fatrijanto Managing Direktur Nasmoco grup sebagai dealer resmi toyota di Jateng dan DIY. Menurutnya, di tengah maraknya fenomena mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LGCC), ternyata tidak mempengaruhi penjualan jenis MPV.
Untuk Toyota sendiri tetap mengandalkan Avanza sebagai mobil MPV kelas satu mereka. "Di Jawa Tengah sendiri, penjualan Avansa hingga November lalu sudah mampu mencapai penjualan di angka 15 ribu unit dan hingga akhir tahun nanti diprediksi akan terus mengalami mengalami peningkatan," katanya.
Fatrijanto mengatakan, pasar produk Toyota di Jawa Tengah sampai saat ini masih didominasi toyota Avansa, yakni mencapai 56 persen dari total seluruh penjualan produk Toyota.
Direktur Utama Honda Semarang Center, Sumantri mengungkapkan, penjualan semua merek mobil di Jateng dan DIY saat ini 36 persennya adalah penjualan jenis MPV, seperti Avaza, Xenia dan Ertiga. Menurutnya jenis MPV masih sangat digemari di Jawa Tengah.
"Honda meluncurkan mobil baru Honda Mobilio, dan di Jateng-DIY saat ini yang sudah indent mencapai 1.000 unit. Hal ini menunjukan mobil keluarga masih sangat diminati," katanya, Senin (27/1/2014).
Sumantri menilai, Honda Mobilio memiliki banyak kelebihan dibandingkan mobil-mobil MPV pendahulunya. Sejumlah kekurangan yang ada diperbaiki dan dibenamkan di mobil keluarga ini. Untuk harganya Mobilio juga tidak terpaut jauh dengan mobil MPV sebelumnya yakni di kisaran Rp149 juta sampai Rp190 juta.
"Karena mobilio ini pendatang terakhir. Biasanya pendatang terakhir sudah mempelajari kompetitornya, sudah mengetahui kekurangan-kekurangannya yang ada di merek-merek lain dan disempurnakan, sehingga paling bagus," ujarnya.
Dengan hadirnya Mobilio dipercaya akan menggeser pasar Honda Brio, yang selama ini cukup mendomonasi pejualan produk Honda dengan tingkat penjualan mencapai 22 persen. "Sekarang pun sudah mampu menggeser karena Brio saat ini jumlah indentnya baru mencapai 400 unit," imbuhnya.
Secara keseluruhan, kata Sumantri, Honda Semarang Center menargetkan mampu menjual 6.000 unit Mobilio 2014. Sementara untuk seluruh jenis keluaran Honda di Jateng ditargetkan mampu menjual 15 ribu unit naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang mencapai 7.650 unit.
Masih tingginya minat masyarakat terhadap mobil MPV juga diakui Fatrijanto Managing Direktur Nasmoco grup sebagai dealer resmi toyota di Jateng dan DIY. Menurutnya, di tengah maraknya fenomena mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LGCC), ternyata tidak mempengaruhi penjualan jenis MPV.
Untuk Toyota sendiri tetap mengandalkan Avanza sebagai mobil MPV kelas satu mereka. "Di Jawa Tengah sendiri, penjualan Avansa hingga November lalu sudah mampu mencapai penjualan di angka 15 ribu unit dan hingga akhir tahun nanti diprediksi akan terus mengalami mengalami peningkatan," katanya.
Fatrijanto mengatakan, pasar produk Toyota di Jawa Tengah sampai saat ini masih didominasi toyota Avansa, yakni mencapai 56 persen dari total seluruh penjualan produk Toyota.
(izz)
Lihat Juga :