Agung Laksono mengaku kesulitan kurangi kemiskinan

Minggu, 02 Februari 2014 - 14:10 WIB
Agung Laksono mengaku...
Agung Laksono mengaku kesulitan kurangi kemiskinan
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengakui, untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia bukanlah hal mudah. Tahun ini, targetnya angka kemiskinan berkurang menjadi 8-10 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan per September 2013 tercatat 28,55 juta orang atau 11,37 persen. Sebelumnya pada Maret 2013 tercatat 28,07 juta orang dengan demikian penduduk miskin di Indonesia bertambah sebanyak 480 ribu orang miskin.

"Kondisi ini diakui sangat sulit menembus di bawah angka 10 persen," kata Agung dilansir dari situs resmi Kemenko Kesra, Minggu (2/2/2014).

Kenaikan jumlah penduduk miskin diduga disebabkan karena adanya inflasi yg tinggi sebesar 5,02 persen sebagai imbas dari kenaikan harga BBM bersubsidi pada Juni 2013. Selain itu juga karena kenaikan harga beras dan juga bencana alam.

Untuk Gorontalo, Agung berharap masalah indikator indeks kesejahteraan rakyat untuk Propinsi Gorontalo 43,5 dari skala 100 menjadi perhatian dimensi keadilan. Di antaranya masih banyaknya pengangguran, akses permodalan rendah dan rasio pengeluaran tinggi untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Begitupun pada indeks IKRAR Boalemo 38,30 persen.

"Kondisi ini menjadi tantangan bersama untuk memaksimalkan program mengurangi kemiskinan, baik melalui BSM (bantuan siswa miskin), raskin serta PNPM," ujarnya.

Saat ini, provinsi Gorontalo mendapatkan bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Rp108.46 miliar untuk 7 kabupaten, 5 kabupaten PNPM mandiri perdesaan dan 2 kota PNPM mandiri perkotaan.

Sementara, untuk kabupaten Boalemo pada 2014 mendapatkan dana BLM sebesar Rp15,4 miliar untuk 7 kecamatan. Selain menyerahkan BLM PNPM, Menko Kesra juga memberikan bantuan solar cell bagi masyarakat Boalemo daerah pemekaran baru.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
43 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
5 Teh Pelangsing untuk...
5 Teh Pelangsing untuk Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved