Return reksa dana saham masih menjanjikan

Rabu, 05 Februari 2014 - 15:35 WIB
Return reksa dana saham...
Return reksa dana saham masih menjanjikan
A A A
Sindonews.com - Imbal hasil (return) reksa dana saham ternyata masih menjanjikan bagi investor. Diperkirakan tahun ini, reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih baik dibanding jenis lain akibat adanya potensi perbaikan kinerja pasar modal domestik.

Analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati menjelaskan, kinerja reksa dana saham akan ditopang potensi perbaikan beberapa indikator makro ekonomi domestik, seperti inflasi, nilai tukar, neraca perdagangan dan cadangan devisa serta kinerja emiten yang masih bertumbuh.

Selain itu, faktor politik seperti hasil pemilihan umum (pemilu) juga diharapkan memberikan sentimen positif pada kinerja bursa saham dan obligasi domestik, terutama jika calon terpilih disukai oleh investor.

“Di tengah kondisi yang kondusif, umumnya kinerja saham yang lebih agresif berpeluang untuk mencetak kinerja yang lebih tinggi,” kata Vilia, Rabu (5/2/2014).

Dengan demikian, dia menambahkan, ada potensi reksa dana saham yang memiliki aset dasar mayoritas pada efek saham dapat memberikan imbal hasil lebih menarik, sehingga reksa dana tersebut cenderung lebih disukai oleh investor dengan profil risiko agresif atau investor yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.

Meski demikian, tidak berarti investor dapat mengabaikan profil risiko mereka karena meski berpotensi memberikan return yang lebih tinggi. “Risiko fluktuasi pada reksa dana saham juga lebih tinggi,” ujar dia.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total dana kelolaan (asset under manajement/AUM) reksa dana hingga akhir Januari 2014 sebesar Rp192,69 triliun dengan jumlah unit penyertaan 124,5 miliar.

Angka tersebut meningkat 6,3 persen dibanding dana kelolaan pada Januari 2013 sebesar Rp181,1 triliun. Menurut Vilia, peningkatan dana kelolaan industri reksa dana ditopang dua hal.

Pertama, kinerja positif yang dicetak oleh beberapa jenis reksa dana, seperti reksa dana saham, campuran dan pasar uang. Kedua, karena adanya pertumbuhan unit penyertaan di bulan tersebut.

Dia menuturkan, tahun ini masih ada peluang bagi peningkatan dana kelolaan reksa dana didukung potensi perbaikan kinerja aset dasar reksa dana (saham dan obligasi) serta peningkatan unit penyertaan reksa dana, baik dari subscription investor dan pertambahan produk baru.

Vilia mengatakan, komposisi dana kelolaan reksa dana masih didominasi oleh reksa dana saham karena beberapa faktor, seperti jumlah unit penyertaan reksa dana saham serta pertumbuhan saham yang relatif lebih tinggi dalam jangka panjang.

Menurut dia, jika tidak ada sentimen negatif yang signifikan, reksa dana saham masih akan berpeluang memimpin dibandingkan dengan jenis lainnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
55 menit yang lalu
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
1 jam yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
1 jam yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
1 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved