Pengamat nilai branchless banking masih bermasalah

Rabu, 05 Februari 2014 - 19:01 WIB
Pengamat nilai branchless...
Pengamat nilai branchless banking masih bermasalah
A A A
Sindonews.com - Pengamat perbankan mengaku pesimis ekspansi branchless banking (layanan bank tanpa jaringan kantor) dapat dilakukan dalam waktu dekat. Mereka menilai kesiapan bank dan aturan mobile payment services (MPS) masih memiliki banyak kelemahan dan berisiko untuk diberlakukan.

Pengamat perbankan dari UGM A Tony Prasetiantono mengatakan, masalah utama branchless banking yang masih belum terjawab ialah soal keagenan. Perbankan akan memiliki agen yang akan menjadi mitra yang berasal dari lembaga ekonomi semacam koperasi. Namun potensi masalahnya nanti bagaimana pihak agen dapat comply atau sesuai dengan standar aturan perbankan.

"Masalah standarisasi agen masih menjadi kendala utama dalam branchless banking. Karena bank harus menggandeng lembaga ekonomi mikro atau koperasi. Belum banyak bank yang sebetulnya siap," ujar Tony saat dihubungi, Rabu (5/2/2014).

Dia mengaku hanya bank BRI yang sebetulnya siap karena berpengalaman di daerah terpencil. Sehingga sebaiknya BRI dijadikan inisiator atau proyek percontohan dalam memperkuat jaringan di daerah terpencil. Bahkan dia juga menyarankan sebaiknya bank lainnya harus menunggu.

"Harus ada percontohan dari BRI karena jaringannya berpengalaman di daerah terpencil. Sedangkan yang lain sebaiknya menunggu dulu," ujarnya.

Sementara itu, pengamat Center for Information and Development Studies (CIDES) Umar Juoro mengatakan, peraturan Bank Indonesia (BI) mengenai MPS masih akan terkendala.

Dia menilai BI dan OJK khawatir aturan ini dapat menimbulkan fraud (penipuan) di level agen. Standarisasi agen sangat penting mengingat posisi ini sangat rentan untuk terjadi penipuan dana nasabah. Menurutnya, mitra agen yang akan berasal dari lembaga keuangan mikro juga akan menjadi pertanggungjawaban OJK.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
38 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved