Pertamina lakukan ekstra dropping elpiji 3 kg di Semarang
Senin, 10 Februari 2014 - 18:38 WIB
Pertamina lakukan ekstra dropping elpiji 3 kg di Semarang
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina Region IV Jateng-DIY memberikan tambahan pasokan elpiji 3 kg atau ekstra dropping untuk menstabilkan kelangkaan epliji 3 kg di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Assiaten Manager External Relation PT Pertamina Region IV Jateng-DIY, Roberth MV Dumatubun mengatakan, sesuai alokasi harian, konsumsi elpiji 3 kg di Kota Semarang sebanyak 51.800 tabung. Namun belakangan, pertamina sering mendapatkan keluhan dari masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.
Robert mengaku, sebenarnya secara pasokan tidak ada masalah, karena dropping sudah dilakukan sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan. "Bahkan sejak Sabtu (8/2/2014) hingga Selasa (11/2/2014), Pertamina telah mengalokasikan ekstra dropping hingga 40.280 tabung elpiji 3 kg. dengan tambahan ekstra dropping ini, hampir sama dengan alokasi harian elpiji di Kota Semarang," katanya, Senin (10/2/2014).
Menurutnya, ekstra dropping ini sistemnya tidak operasi pasar, karena mekanisme kontrol dan pengawasannya akan sulit. Dalam hal ini, Pertamina langsung memberikan pasokan tambahan ke pangkalan melalui agen, agar tepat sasaran.
Dia mengatakan, kelangkaan elpiji yang terjadi di masyarkat sebenarnya efek domino yang terjadi mulai awal tahun, di mana saat itu sempat terjadi gejolak, saat elipji 12 kg mengalami perubahan harga, karena adanya indikasi migrasi.
Namun demikian, secara suplai elpiji 3 kg masih sangat aman. Hanya saja, diakui ada sedikit kendala juga saat pendistribusian seiring kondisi jalan yang rusak dan memperlambat kendaraan pemasok elpiji 3 kg. "Ditambah lagi harga di eceran yang dijual diluar harga resmi," ujarnya.
Masyarakat di Kota Semarang, sejak tiga hari terakhir ini mengeluhkan langkanya elpiji 3 kg di pasaran. Kelangkaan elpiji 3 kg ini terjadi mulai dari tingkat agen, pangkalan maupun pengecer, bahkan SPBU Pertamina.
Sementara, sejak beberapa hari terakhir masyarakat Kota Semarang kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 kg.
Seperti yang diungkapkan seorang warga Anjasmoro Semarang, Aditya yang mengaku, sejak Jumat (7/2/2014) sempat berkeliling mencari elpiji 3 kg di sekitar wilayahnya. Namun, sulit diperoleh. Adit bahkan sudah sampai ke modern outlet dan SPBU yang biasanya menyediakan elpiji 3 kg, seperti di SPBU Siliwangi. Namun, seluruh stok habis. "Saya baru dapat di pengecer di daerah Bulu Stalan," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Heni, sampai terpaksa beralih ke elpiji 12 kg karena tidak bisa mendapatkan elpiji 3 kg. "Untung di rumah masih ada tabung 12 kg, jadi sementara pakai ini dulu walapun harganya lebih mahal," kata Heni.
Assiaten Manager External Relation PT Pertamina Region IV Jateng-DIY, Roberth MV Dumatubun mengatakan, sesuai alokasi harian, konsumsi elpiji 3 kg di Kota Semarang sebanyak 51.800 tabung. Namun belakangan, pertamina sering mendapatkan keluhan dari masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.
Robert mengaku, sebenarnya secara pasokan tidak ada masalah, karena dropping sudah dilakukan sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan. "Bahkan sejak Sabtu (8/2/2014) hingga Selasa (11/2/2014), Pertamina telah mengalokasikan ekstra dropping hingga 40.280 tabung elpiji 3 kg. dengan tambahan ekstra dropping ini, hampir sama dengan alokasi harian elpiji di Kota Semarang," katanya, Senin (10/2/2014).
Menurutnya, ekstra dropping ini sistemnya tidak operasi pasar, karena mekanisme kontrol dan pengawasannya akan sulit. Dalam hal ini, Pertamina langsung memberikan pasokan tambahan ke pangkalan melalui agen, agar tepat sasaran.
Dia mengatakan, kelangkaan elpiji yang terjadi di masyarkat sebenarnya efek domino yang terjadi mulai awal tahun, di mana saat itu sempat terjadi gejolak, saat elipji 12 kg mengalami perubahan harga, karena adanya indikasi migrasi.
Namun demikian, secara suplai elpiji 3 kg masih sangat aman. Hanya saja, diakui ada sedikit kendala juga saat pendistribusian seiring kondisi jalan yang rusak dan memperlambat kendaraan pemasok elpiji 3 kg. "Ditambah lagi harga di eceran yang dijual diluar harga resmi," ujarnya.
Masyarakat di Kota Semarang, sejak tiga hari terakhir ini mengeluhkan langkanya elpiji 3 kg di pasaran. Kelangkaan elpiji 3 kg ini terjadi mulai dari tingkat agen, pangkalan maupun pengecer, bahkan SPBU Pertamina.
Sementara, sejak beberapa hari terakhir masyarakat Kota Semarang kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 kg.
Seperti yang diungkapkan seorang warga Anjasmoro Semarang, Aditya yang mengaku, sejak Jumat (7/2/2014) sempat berkeliling mencari elpiji 3 kg di sekitar wilayahnya. Namun, sulit diperoleh. Adit bahkan sudah sampai ke modern outlet dan SPBU yang biasanya menyediakan elpiji 3 kg, seperti di SPBU Siliwangi. Namun, seluruh stok habis. "Saya baru dapat di pengecer di daerah Bulu Stalan," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Heni, sampai terpaksa beralih ke elpiji 12 kg karena tidak bisa mendapatkan elpiji 3 kg. "Untung di rumah masih ada tabung 12 kg, jadi sementara pakai ini dulu walapun harganya lebih mahal," kata Heni.
(izz)
Lihat Juga :