Harga minyak dunia melayang lebih rendah

Senin, 10 Februari 2014 - 20:30 WIB
Harga minyak dunia melayang...
Harga minyak dunia melayang lebih rendah
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia turun, namun kerugian dapat diatasi karena kekhawatiran badai musim dingin di Amerika Utara, mendorong prospek permintaan untuk bahan bakar pemanas.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 39 sen menjadi USD99,49 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Maret, merosot 12 sen menjadi USD109,45 per barel dalam transaksi tengah hari.

Berdasarkan survei Departemen Tenaga Kerja AS terhadap dunia usaha, ekonomi Amerika hanya menambahkan 113.000 pekerjaan pada Januari 2014, setelah susut 75.000 pada Desember 2013. Angka ini jauh lebih kecil dari prediksi analis, yang memperkirakan 175.000 pekerjaan.

Namun, survei terhadap rumah tangga secara terpisah menunjukkan tingkat pengangguran turun untuk bulan ketiga berturut-turut, menjadi 6,6 persen dari 6,7 persen pada Desember 2013. Tingkat partisipasi angkatan kerja juga meningkat, meskipun masih pada tingkat historis rendah, 63,0 persen.

"Melihat data pekerjaan dan bagaimana pasar saham dan obligasi merespon ... beberapa investor benar-benar terfokus pada titik terang seperti tingkat partisipasi yang lebih tinggi," ujar Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Senin (10/2/2014).

Berita bahwa badai musim dingin lain siap memukul Amerika Serikat juga memberikan dukungan untuk harga WTI, membantu mengangkat ke tingkat psikologis USD100.

Pekan lalu, keadaan darurat diberlakukan di New Jersey dan New York, di mana cadangan garam untuk mencairkan salju dan es di jalan berkurang. "Kemungkinan badai musim dingin lain telah memicu permintaan (untuk minyak pemanas ) selama akhir pekan," kata Chua.

Dia menyebutkan, data pekerjaan baru mungkin akan memperlambat optimisme bahwa Federal Reserve mungkin akan mulai melakukan pengurangan program stimulus ekonomi.

Semua mata kini akan tertuju pada penampilan pertama Janet Yellen sebagai bos Federal Reserve di Kongres AS, Selasa (11/2/2014) waktu setempat. "Investor akan mengawasi dia mengambil langkah ekonomi, dan apakah tapering berlanjut pada kecepatan penciptaan lapangan kerja," tandas Chua.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
23 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
31 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
48 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved