Kementerian ESDM siap tambah kuota elpiji untuk Garut
Selasa, 18 Februari 2014 - 15:29 WIB
Kementerian ESDM siap tambah kuota elpiji untuk Garut
A
A
A
Sindonews.com - Permintaan penambahan kuota gas elpiji ukuran 3 kg untuk Kabupaten Garut direspon positif oleh Kementerian ESDM.
Rencananya, Rabu (19/2/2014) besok Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman akan mendatangi Kementerian ESDM untuk memenuhi panggilan terkait pembahasan pengurangan pasokan elpiji subsidi pemerintah tersebut.
“Insyaallah besok saya akan datang ke Kementerian ESDM untuk membahas kembali kurangnya kuota gas elpiji ukuran 3 kg,” kata Helmi, Selasa (18/2/2014).
Dikatakan Helmi, seharusnya dalam satu bulan Kabupaten Garut mendapatkan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 29 juta tabung. Namun rupanya pasokan dikurangi menjadi 16 juta tabung.
“Di pertemuan besok itu, nanti saya mau meminta tambahan kuota elpiji. Minimalnya 10 persen dari kuota yang semestnya sebanyak 29 juta tabung,” ujarnya.
Menurut Helmi, kelangkaan elpiji 3 kg bukan hanya disebabkan oleh pengurangan pasokan saja, melainkan juga diakibatkan oleh terjadinya migrasi dari masyarakat pengguna elpiji ukuran 12 kg.
“Pasokan elpiji Garut sudah dikurangi. Keadaan ini diperparah oleh adanya migrasi dari masyarakat pengguna elpiji 12 kg ke elpiji ukuran 3 kg. Jadi tidak aneh masyarakat kecil berebut elpiji,” ucapnya.
Helmi pun mengimbau agar masyarakat dari kalangan menengah ke atas untuk tetap menggunakan elpiji ukuran 12 kg. Ia menilai penggunaan gas elpiji subsidi pemerintah oleh orang mampu sebagai bentuk perbuatan yang tidak terpuji.
Seperti diketahui sebelumnya, kelangkaan elpiji ukuran 3 kg di Kabupaten Garut sejak beberapa pekan terakhir telah menyulitkan masyarakat. Warga pun terpaksa berebut elpiji di setiap agen penyalur.
Salah satu agen di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, setiap hari selalu dipenuhi oleh warga yang mengantre untuk dapat membeli elpiji.
“Di warung tidak ada, makanya saya datang langsung ke agen biar dapat beli elpiji. Belinya juga harus antre,” tukas Ika Susantika (35), warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul.
Rencananya, Rabu (19/2/2014) besok Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman akan mendatangi Kementerian ESDM untuk memenuhi panggilan terkait pembahasan pengurangan pasokan elpiji subsidi pemerintah tersebut.
“Insyaallah besok saya akan datang ke Kementerian ESDM untuk membahas kembali kurangnya kuota gas elpiji ukuran 3 kg,” kata Helmi, Selasa (18/2/2014).
Dikatakan Helmi, seharusnya dalam satu bulan Kabupaten Garut mendapatkan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 29 juta tabung. Namun rupanya pasokan dikurangi menjadi 16 juta tabung.
“Di pertemuan besok itu, nanti saya mau meminta tambahan kuota elpiji. Minimalnya 10 persen dari kuota yang semestnya sebanyak 29 juta tabung,” ujarnya.
Menurut Helmi, kelangkaan elpiji 3 kg bukan hanya disebabkan oleh pengurangan pasokan saja, melainkan juga diakibatkan oleh terjadinya migrasi dari masyarakat pengguna elpiji ukuran 12 kg.
“Pasokan elpiji Garut sudah dikurangi. Keadaan ini diperparah oleh adanya migrasi dari masyarakat pengguna elpiji 12 kg ke elpiji ukuran 3 kg. Jadi tidak aneh masyarakat kecil berebut elpiji,” ucapnya.
Helmi pun mengimbau agar masyarakat dari kalangan menengah ke atas untuk tetap menggunakan elpiji ukuran 12 kg. Ia menilai penggunaan gas elpiji subsidi pemerintah oleh orang mampu sebagai bentuk perbuatan yang tidak terpuji.
Seperti diketahui sebelumnya, kelangkaan elpiji ukuran 3 kg di Kabupaten Garut sejak beberapa pekan terakhir telah menyulitkan masyarakat. Warga pun terpaksa berebut elpiji di setiap agen penyalur.
Salah satu agen di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, setiap hari selalu dipenuhi oleh warga yang mengantre untuk dapat membeli elpiji.
“Di warung tidak ada, makanya saya datang langsung ke agen biar dapat beli elpiji. Belinya juga harus antre,” tukas Ika Susantika (35), warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul.
(gpr)
Lihat Juga :