Bandara Adi Seomarmo bakal buka rute ke Timur Tengah
Senin, 03 Maret 2014 - 08:53 WIB
Bandara Adi Seomarmo bakal buka rute ke Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com - PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo bakal membuka rute penerbangan ke negara-negara Timur Tengah.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Seomarmo Kolonel (Pnb) Abdulah Usman menyebutkan bahwa rute ke Kawasan Timur Tengah tersebut sangat potensial. Rute tersebut biasanya dipenuhi oleh penumpang yang mayoritas pergi untuk ibadah haji maupun umroh dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara itu.
"Penumpang dari Solo dan sekitarnya harus pergi ke bandara lain untuk melakukan perjalanan ke kawasan itu, padahal penumpang dari Solo dan sekitarnya itu sangat besar dalam setiap bulannya," kata Usman kepada Koran Sindo.
Usman mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya mengaku telah melobi beberapa maskapai penerbangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pihaknya berharap lobi yang dilakukan itu segera sukses dan rute ke timur tengah segera bisa beroperasi dalam waktu dekat.
Apalagi saat ini rute penerbangan internasional dari bandara itu sangat minim. Dia menambahkan, selain membidik rute-rute ke Timur Tengah, pihaknya juga membidik penerbangan dengan rute ke Indonesia Timur karena rute itu belum tersedia, sehingga penumpang yang akan ke Indonesia timur harus melakukan penerbangan dari Semarang atau Jogjakarta.
"Jam penerbangan kita masih sangat banyak. Dalam sehari rata-rata hanya ada 23 penerbangan yang ada di Bandara Adi Seomarmo. Kita ingin kembangkan rute ke Makasar dan juga rute ke Bali," ujar dia.
Rencana tersebut disambut positif oleh para pelaku wisata dan agen wisata di Solo dan sekitarny karena dibukanya rute tersebut bakal berdampak positif bagi perekonomian dan sektor pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya.
Salah seorang pelaku wisata di kota Solo, Suwarno menyebutkan bahwa pengembangan rute penerbangan itu bisa mempromosikan tempat-tempat wisata di Solo. Menurut dia, banyak wisatawan yang belum mengetahui potensi di Solo akibat minimnya akses penerbangan menuju Solo.
"Orang itu lebih memilih ke Jogjakarta karena mudah dituju dari berbagai bandara di Indonesia," tegas dia.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Seomarmo Kolonel (Pnb) Abdulah Usman menyebutkan bahwa rute ke Kawasan Timur Tengah tersebut sangat potensial. Rute tersebut biasanya dipenuhi oleh penumpang yang mayoritas pergi untuk ibadah haji maupun umroh dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara itu.
"Penumpang dari Solo dan sekitarnya harus pergi ke bandara lain untuk melakukan perjalanan ke kawasan itu, padahal penumpang dari Solo dan sekitarnya itu sangat besar dalam setiap bulannya," kata Usman kepada Koran Sindo.
Usman mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya mengaku telah melobi beberapa maskapai penerbangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pihaknya berharap lobi yang dilakukan itu segera sukses dan rute ke timur tengah segera bisa beroperasi dalam waktu dekat.
Apalagi saat ini rute penerbangan internasional dari bandara itu sangat minim. Dia menambahkan, selain membidik rute-rute ke Timur Tengah, pihaknya juga membidik penerbangan dengan rute ke Indonesia Timur karena rute itu belum tersedia, sehingga penumpang yang akan ke Indonesia timur harus melakukan penerbangan dari Semarang atau Jogjakarta.
"Jam penerbangan kita masih sangat banyak. Dalam sehari rata-rata hanya ada 23 penerbangan yang ada di Bandara Adi Seomarmo. Kita ingin kembangkan rute ke Makasar dan juga rute ke Bali," ujar dia.
Rencana tersebut disambut positif oleh para pelaku wisata dan agen wisata di Solo dan sekitarny karena dibukanya rute tersebut bakal berdampak positif bagi perekonomian dan sektor pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya.
Salah seorang pelaku wisata di kota Solo, Suwarno menyebutkan bahwa pengembangan rute penerbangan itu bisa mempromosikan tempat-tempat wisata di Solo. Menurut dia, banyak wisatawan yang belum mengetahui potensi di Solo akibat minimnya akses penerbangan menuju Solo.
"Orang itu lebih memilih ke Jogjakarta karena mudah dituju dari berbagai bandara di Indonesia," tegas dia.
(rna)
Lihat Juga :