Pasar furniture lokal masih menjanjikan
Jum'at, 07 Maret 2014 - 18:02 WIB
Pasar furniture lokal masih menjanjikan
A
A
A
Sindonews.com - Makin menjamurnya bisnis perhotelan, restoran, perumahan termasuk bangunan-bangunan komersial lainnya, membuat prospek furniture di pasar lokal masih sangat menjanjikan.
Terbukti, sejumlah perusahaan yang sebelumnya fokus pada ekspor kini mulai melirik pasar lokal. Salah satunya adalah Melody Furniture.
Manager Marketing Melody Furniture, Yoseph Prayitno mengatakan, permintaan furniture di dalam negeri meningkat cukup tajam. Bahkan, Melody Furniture yang sebelumnya terkonsentrasi dengan pasar ekspor, kini mulai memperbanyak produksi untuk lokal.
Dia menjelaskan, awalnya, antara pasar ekspor dan lokal perbandingannya mencapai 90 persen berbanding 10 persen. Namun, selama 4 tahun belakangan, pihaknya mulai menggarap pasar lokal dan ternyata bagus.
“Kini perbandingan ekspor dan lokal antara 50:50 persen dari total produksi," katanya, disela Pameran Clearance Sale, yang digelar Rumah Kita, di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (7/3/2014).
Yoseph menyebutkan, melalui pabriknya di Malang, Jawa Timur, Melody Furniture menyasar segmen menengah atas. Dalam hal ini, Melody Furniture lebih terkonsentrasi untuk pembuatan produk perkantoran, rumah, resto dan lainnya.
“Dari segi kualitas, produk, baik untuk pasar luar negeri maupun pasar lokal, tidak ada perbedaan. Melody Furniture tetap mengandalkan kualitas bahan,” katanya.
Dia menambahkan, desain minimalis bergaya Eropa masih menjadi primadona dalam bisnis furniture. Kombinasi white glosy dan warna kayu mentah yang elegan diprediksi menjadi tren tahun ini. "Untuk furniture tahun ini tren-nya lebih ke warna white glosy dengan desain bergaya Eropa," imbuhnya.
Owner Rumah Kita, Jimmy Jati Utomo menuturkan, pameran yang digelar mulai tanggal 5-16 Maret ini diikuti oleh 15 peserta. Terdiri dari 9 produsen spring bed, furniture dan lampu.
"Tahun ini kita menargetkan kenaikan omzet penjualan sebanyak 15 persen, mengingat pasar akhir dan awal tahun lalu yang sedikit lesu karena adanya kenaikan harga akibat naiknya harga bahan baku," pungkasnya.
Terbukti, sejumlah perusahaan yang sebelumnya fokus pada ekspor kini mulai melirik pasar lokal. Salah satunya adalah Melody Furniture.
Manager Marketing Melody Furniture, Yoseph Prayitno mengatakan, permintaan furniture di dalam negeri meningkat cukup tajam. Bahkan, Melody Furniture yang sebelumnya terkonsentrasi dengan pasar ekspor, kini mulai memperbanyak produksi untuk lokal.
Dia menjelaskan, awalnya, antara pasar ekspor dan lokal perbandingannya mencapai 90 persen berbanding 10 persen. Namun, selama 4 tahun belakangan, pihaknya mulai menggarap pasar lokal dan ternyata bagus.
“Kini perbandingan ekspor dan lokal antara 50:50 persen dari total produksi," katanya, disela Pameran Clearance Sale, yang digelar Rumah Kita, di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (7/3/2014).
Yoseph menyebutkan, melalui pabriknya di Malang, Jawa Timur, Melody Furniture menyasar segmen menengah atas. Dalam hal ini, Melody Furniture lebih terkonsentrasi untuk pembuatan produk perkantoran, rumah, resto dan lainnya.
“Dari segi kualitas, produk, baik untuk pasar luar negeri maupun pasar lokal, tidak ada perbedaan. Melody Furniture tetap mengandalkan kualitas bahan,” katanya.
Dia menambahkan, desain minimalis bergaya Eropa masih menjadi primadona dalam bisnis furniture. Kombinasi white glosy dan warna kayu mentah yang elegan diprediksi menjadi tren tahun ini. "Untuk furniture tahun ini tren-nya lebih ke warna white glosy dengan desain bergaya Eropa," imbuhnya.
Owner Rumah Kita, Jimmy Jati Utomo menuturkan, pameran yang digelar mulai tanggal 5-16 Maret ini diikuti oleh 15 peserta. Terdiri dari 9 produsen spring bed, furniture dan lampu.
"Tahun ini kita menargetkan kenaikan omzet penjualan sebanyak 15 persen, mengingat pasar akhir dan awal tahun lalu yang sedikit lesu karena adanya kenaikan harga akibat naiknya harga bahan baku," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :