Jumlah UKM melek IT masih minim
Selasa, 18 Maret 2014 - 09:59 WIB
Jumlah UKM melek IT masih minim
A
A
A
Sindonews.com - Diperkirakan dari 56,5 juta pelaku usaha kecil menengah (UKM), hanya 30 persen yang memanfaatkan kecanggihan informasi dan teknologi (IT) dalam pengembangan bisnisnya.
Pemerhati UKM Mahmud Yunus mengatakan, jumlah pelaku bisnis dengan omset Rp100 juta-Rp4 miliar per bulan ini kini melebihi angka 56,5 juta atau 99,98 persen dari total unit usaha di Indonesia. Komposisinya, sesuai data Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, sekitar 40 persen di luar Jawa dan 60 persen di Jawa.
“Dari jumlah UKM itu, hanya 30-40 persen yang sudah memanfaatkan kecanggihan IT untuk mengembangkan bisnisnya,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Mentor UKM ini menjelaskan, sudah saatnya para pengusaha UKM ini melek IT, terutama untuk mengakses informasi guna mengembangkan bisnis mereka. Salah satunya melalui perpustakaan yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota yang menyediakan fasilitas internet gratis.
Para pengusaha UKM bisa mengakses pengetahuan dan sharing informasi tentang pasar, produksi dan manajemen serta permodalan. Banyak brand UKM yang sukses setelah bersentuhan langsung dengan internet.
Direktur Program PerpuSeru Erlyn Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya memberdayakan 34 perpustakaan umum pemerintah di 16 provinsi melalui penyediaan akses komputer dan internet.
Dia juga mengakui, adanya perpustakaan yang dilengkapi IT cukup mendorong iklim bisnis yang kompetitif karena memberikan kesempatan kepada UKM untuk mengakses informasi yang lebih luas. Pemasaran pun kini dapat dilakukan secara online melalui pelatihan yang PerpuSeru lakukan.
“Program yang diinisiasikan oleh Coca-Cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation ini sudah melayani 5.000 pengguna perpustakaan di seluruh Indonesia dalam pelatihan komputer dan internet. Dan lebih dari 3,5 juta orang telah mendapat kesempatan untuk mencari pekerjaan atau informasi untuk mengembangkan bisnisnya lewat internet,” ujarnya.
Selain itu, PerpuSeru juga mendorong perpustakaan menjadi pusat informasi masyarakat yang mampu memfasilitasi pelatihan, workshop, penyediaan layanan komputer dan internet untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami harap hal itu dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat khususnya untuk meningkatkan kualitas hidupnya," pungkas dia.
Pemerhati UKM Mahmud Yunus mengatakan, jumlah pelaku bisnis dengan omset Rp100 juta-Rp4 miliar per bulan ini kini melebihi angka 56,5 juta atau 99,98 persen dari total unit usaha di Indonesia. Komposisinya, sesuai data Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, sekitar 40 persen di luar Jawa dan 60 persen di Jawa.
“Dari jumlah UKM itu, hanya 30-40 persen yang sudah memanfaatkan kecanggihan IT untuk mengembangkan bisnisnya,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Mentor UKM ini menjelaskan, sudah saatnya para pengusaha UKM ini melek IT, terutama untuk mengakses informasi guna mengembangkan bisnis mereka. Salah satunya melalui perpustakaan yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota yang menyediakan fasilitas internet gratis.
Para pengusaha UKM bisa mengakses pengetahuan dan sharing informasi tentang pasar, produksi dan manajemen serta permodalan. Banyak brand UKM yang sukses setelah bersentuhan langsung dengan internet.
Direktur Program PerpuSeru Erlyn Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya memberdayakan 34 perpustakaan umum pemerintah di 16 provinsi melalui penyediaan akses komputer dan internet.
Dia juga mengakui, adanya perpustakaan yang dilengkapi IT cukup mendorong iklim bisnis yang kompetitif karena memberikan kesempatan kepada UKM untuk mengakses informasi yang lebih luas. Pemasaran pun kini dapat dilakukan secara online melalui pelatihan yang PerpuSeru lakukan.
“Program yang diinisiasikan oleh Coca-Cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation ini sudah melayani 5.000 pengguna perpustakaan di seluruh Indonesia dalam pelatihan komputer dan internet. Dan lebih dari 3,5 juta orang telah mendapat kesempatan untuk mencari pekerjaan atau informasi untuk mengembangkan bisnisnya lewat internet,” ujarnya.
Selain itu, PerpuSeru juga mendorong perpustakaan menjadi pusat informasi masyarakat yang mampu memfasilitasi pelatihan, workshop, penyediaan layanan komputer dan internet untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami harap hal itu dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat khususnya untuk meningkatkan kualitas hidupnya," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :