Pertamina bentuk satgas BBM hadapi pemilu
Kamis, 20 Maret 2014 - 16:24 WIB
Pertamina bentuk satgas BBM hadapi pemilu
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM dan elpiji sebagai bentuk antisipasi pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2014.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, fokus utama dari pembentukan Satgas BBM dan elpiji ini untuk mengantisipasi potensi kendala distribusi selama pelaksanaan pesta pemilu, khususnya masa kampanye hingga pelaksanaan puncak pemilu 2014. Satgas bertugas mulai 16 Maret-9 April 2014.
"Satgas ini diperlukan untuk memastikan distribusi BBM dan elpiji tidak terkendala oleh aktivitas pesta demokrasi masyarakat, seperti aktivitas kampanye yang berpotensi timbulkan kemacetan dan menghambat distribusi," kata Ali di Jakarta, Kamis (20/3/2014)
Dia mengatakan, posko akan dibuat di Kantor Pusat Pertamina dan di seluruh marketing operation region Pertamina. Namun, dia mengatakan, tidak ada penambahan stok BBM dan elpiji secara khusus untuk menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.
Adapun, kondisi stok BBM dan elpiji secara nasional pada level aman rata-rata 20 hari. Rincian stok BBM, diantaranya 19 hari premium, 19 hari Solar dan 59 hari minyak tanah. Sedangkan stok elpiji cukup untuk 17 hari.
Sementara itu, realisasi penyaluran BBM hingga 28 Februari 2014 mencapai 7,26 juta kiloliter (KL) terhadap kuota BBM PSO dalam APBN 2014 sebanyak 47,36 juta KL. Realisasi tersebut, terdiri dari 4,60 juta KL premium, solar sebanyak 2,48 juta KL dan 0,17 juta KL minyak tanah.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, fokus utama dari pembentukan Satgas BBM dan elpiji ini untuk mengantisipasi potensi kendala distribusi selama pelaksanaan pesta pemilu, khususnya masa kampanye hingga pelaksanaan puncak pemilu 2014. Satgas bertugas mulai 16 Maret-9 April 2014.
"Satgas ini diperlukan untuk memastikan distribusi BBM dan elpiji tidak terkendala oleh aktivitas pesta demokrasi masyarakat, seperti aktivitas kampanye yang berpotensi timbulkan kemacetan dan menghambat distribusi," kata Ali di Jakarta, Kamis (20/3/2014)
Dia mengatakan, posko akan dibuat di Kantor Pusat Pertamina dan di seluruh marketing operation region Pertamina. Namun, dia mengatakan, tidak ada penambahan stok BBM dan elpiji secara khusus untuk menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.
Adapun, kondisi stok BBM dan elpiji secara nasional pada level aman rata-rata 20 hari. Rincian stok BBM, diantaranya 19 hari premium, 19 hari Solar dan 59 hari minyak tanah. Sedangkan stok elpiji cukup untuk 17 hari.
Sementara itu, realisasi penyaluran BBM hingga 28 Februari 2014 mencapai 7,26 juta kiloliter (KL) terhadap kuota BBM PSO dalam APBN 2014 sebanyak 47,36 juta KL. Realisasi tersebut, terdiri dari 4,60 juta KL premium, solar sebanyak 2,48 juta KL dan 0,17 juta KL minyak tanah.
(rna)
Lihat Juga :