Jero Wacik: RFID masih jalan, bukan omdo

Selasa, 25 Maret 2014 - 20:30 WIB
Jero Wacik: RFID masih...
Jero Wacik: RFID masih jalan, bukan omdo
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mengatakan pemasangan radio frequency identification (RFID) di alat pemercik (nozzle) di SPBU maupun oleh PT Pertamina (persero) tidak dihentikan, masih terus dilakukan.

Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menanggapi Menteri Koordinator Pereokonomian Hatta Rajasa yang mengatakan bahwa program pengendalian BBM bersubsidi hingga kini masih jalan di tempat.

Jero Wacik mengatakan, pengendalian bahan bakar minyak (BBM) dengan cara memasang RFID merupakan langkah yang sulit yang dilakukan oleh pemerintah. Namun demikian Kementerian ESDM bersama Badan Pengatur Hilir minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memonitor program ini hingga tuntas.

“RFID ini kan masangnya ribet sampai sekarang masih dalam tingkat pemasangan. Jadi ini bukan omdo (omong doang, red) ya, tapi memang belum sukses,” kata dia, saat ditemui dalam acara pengangakatan sejumlah PNS Kementerian ESDM, di kantornya Jakarta, Rabu (24/3/2014).

Dia mengakui jika program pengendalian BBM bersubsidi dengan langkah ini tidak disukai oleh masyarakat karena pemasangannnya yang sulit. Tapi, lanjut Jero, langkah ini ditempuh supaya tidak ada lagi kenaikan BBM sehingga diambilah kebijakan pemasangan RFID.

“Tapi cara yang paling mudah ini tidak disukai oleh masyarakat. Maka kami cari jalan lain yang sulit dari itu,” jelasnya.

Jero meminta agar masyarakat bersabar terkait pemasangan RFID ini. Lantaran, program ini tingkat kesulitannya cukup tinggi sehingga tidak mudah diterapkan apalagi di seluruh Indonesia. “Inginnya cepat dan beres, tapi kalau caranya sulit jadi tidak bisa cepat,” imbuh Jero.

Seperti diketahui, proyek pemasangan RFID ini ditenderkan oleh PT Pertamina (persero) kemudian dikerjakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Tapi karena lamanya proses pengerjaan proyek akibar faktor nilai tukar rupiah dan suku bunga maka menjadi terkesan jalan di tempat.

“Masalah ini sedang diselesaikan oleh Pertamina dan Inti. Saya minta secepatnya diselesaikan,” kata Jero.

Sebelumnya, Menteri Perokonomian Hatta Rajasa mengatakan, program pengendalian BBM bersubsidi jalan di tempat. Padahal saat ini pemerintah fokus agar konsumsi BBM bersubsidi tidak boleh melebihi kuota 48 juta kiloliter (kl) yang telah ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Hatta, karena besarnya impor BBM akan mengancam stabilitas ekonomi nasional karena tingginya konsumsi berhubungan dengan anggaran subsidi sehingga mengancam kesehatan fiskal. “Mana itu RFID, ngomong doang capek kita, mana itu pengendalian,” keluh Hatta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved