ESDM: Bangun smelter dulu, baru bicara BK

Rabu, 02 April 2014 - 10:51 WIB
ESDM: Bangun smelter...
ESDM: Bangun smelter dulu, baru bicara BK
A A A
Sindonews.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), R Suchyar mengatakan, pihaknya akan melihat perkembangan serta progres dari perusahaan tambang untuk membangun smelter terlebih dahulu, sebelum membahas permasalahan Bea Keluar (BK).

"Terkait dengan BK, ya mereka bangun smelter dulu, baru nanti bicarakan BK lagi. Maksudnya progres dulu dilihat. Kalau progresnya ada, baru kita obrolkan lagi," ungkapnya usai menghadiri Rapat Koordinasi tentang Kebijakan Pelaksanaan Mineral dan Batubara di Kementerian Perekonomian RI, Rabu (2/4/2014).

Menurutnya, perkembangan yang dimaksud tidak harus sampai 100 persen. Jika perusahaan sudah menginvestasikan dananya sebesar 50 persen untuk pembangunan smelter, maka itu akan menjadi pertimbangan lebih lanjut.

"Ya progresnya itu kan enggak harus sampai 100 persen. Kalau dia sudah 50 persen misalkan, artinya investasi sudah masuk, sudah jauh. Enggak mungkin investor akan meninggalkan projeknya. Nah itu menjadi perhitungan," jelasnya.

Sementara, terkait PT Freeport dan PT Newmont yang sudah mengajukan rekomendasi ekspor, dia mengatakan, kedua perusahaan tersebut belum mendapat persetujuan untuk BK. Karena itu, pengajuan rekomendasi ekspor mereka akan dilihat setelah BK disetujui.

"Mereka sudah mengajukan rekomendasi ekspor. Nanti tergantung BK-nya. Freeport sama Newmont belum disetujui BK-nya. Kita ESDM akan evaluasi tahapan kemajuan Freeport dan Newmont baru kita akan bicarakan BK-nya," ungkap Suchyar.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah mengatakan tidak akan mengenakan tarif BK ekspor bahan mineral bagi perusahaan yang memiliki pabrik pemurnian atau smelter dan menghasilkan produk yang sudah dimurnikan.

Komitmen untuk pembangunan smelter itu dilakukan bukan hanya sebatas perjanjian penandatanganan, namun harus direalisasikan dalam bentuk investasi konkret.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved