Mandiri bukukan transaksi perdagangan USD122,3 M
Rabu, 02 April 2014 - 15:13 WIB
Mandiri bukukan transaksi perdagangan USD122,3 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai transaksi perdagangan pada 2013 senilai USD122,3 miliar. Nilai tersebut tumbuh sekitar 6 persen dari tahun sebelumnya.
Senior EVP Transactional Banking Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans mengatakan, saat ini skema pembiayaan Bank Mandiri untuk eksportir dibagi menjadi dua, yaitu sebelum dan sesudah ekspor. Sebelum ekspor, Bank Mandiri dapat memberikan fasilitas pembiayaan berupa pre-ekspor financing atau Kredit Modal Kerja.
Sementara, untuk pembiayaan setelah ekspor dilakukan dengan cara mengambil alih dokumen ekspor nasabah, baik dengan hak regres maupun tanpa hak regres. Adapun pembiayaan untuk importir dilakukan dengan fasilitas pembukaan LC, sampai penundaan kewajiban importir yang disebut Trust Receipt (TR).
"Kami terus memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru sebagai bagian solusi transaksi perdagangan internasional maupun lokal bagi para pelaku usaha, khususnya nasabah. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis transaction banking ke depan," ujar Rico dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (2/4/2014).
Rico mengungkapkan, salah satu keunggulan trade finance Bank Mandiri adalah pada supply chain financing, khususnya pada nasabah korporasi yang terdiri dari supplier financing dan distributor financing.
"Dengan menawarkan solusi supplier financing dan/atau distributor financing tersebut pada akhir 2013, Bank Mandiri telah mengikutsertakan 3,759 perusahaan yang merupakan value chain dari 59 nasabah jangkar (anchor client) perseroan," ujarnya.
Menurut Rico, besarnya kepercayaan kepada Bank Mandiri disebabkan dukungan prima layanan online sistem pada Mandiri Global Trade dan Mandiri Supply Chain Management. Juga layanan yang luas dan cepat produk Trade Finance melalui 13 trade servicing center dan 21 trade servicing desk/outlet, serta tarif yang kompetitif.
Di samping itu, Bank Mandiri juga memiliki kerja sama dengan 1.152 bank dari dalam dan luar negeri sebagai bank koresponden. Dengan memanfaatkan keunggulan tersebut, inovasi terbaru Bank Mandiri di layanan trade finance, yaitu PO Financing & Invoice Financing yang diluncurkan pada Juni 2013 telah berhasil membukukan transaksi senilai USD47,76 juta hingga akhir 2013.
"Tahun ini kami perkirakan transaksi PO Financing & Invoice Financing masih akan meningkat jauh dibanding pencapaian 2013. Selain itu kami akan lebih intensif menggarap pembiayaan komoditas tertentu serta bisnis perdagangan dengan Tiongkok," pungkas dia.
Senior EVP Transactional Banking Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans mengatakan, saat ini skema pembiayaan Bank Mandiri untuk eksportir dibagi menjadi dua, yaitu sebelum dan sesudah ekspor. Sebelum ekspor, Bank Mandiri dapat memberikan fasilitas pembiayaan berupa pre-ekspor financing atau Kredit Modal Kerja.
Sementara, untuk pembiayaan setelah ekspor dilakukan dengan cara mengambil alih dokumen ekspor nasabah, baik dengan hak regres maupun tanpa hak regres. Adapun pembiayaan untuk importir dilakukan dengan fasilitas pembukaan LC, sampai penundaan kewajiban importir yang disebut Trust Receipt (TR).
"Kami terus memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru sebagai bagian solusi transaksi perdagangan internasional maupun lokal bagi para pelaku usaha, khususnya nasabah. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis transaction banking ke depan," ujar Rico dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (2/4/2014).
Rico mengungkapkan, salah satu keunggulan trade finance Bank Mandiri adalah pada supply chain financing, khususnya pada nasabah korporasi yang terdiri dari supplier financing dan distributor financing.
"Dengan menawarkan solusi supplier financing dan/atau distributor financing tersebut pada akhir 2013, Bank Mandiri telah mengikutsertakan 3,759 perusahaan yang merupakan value chain dari 59 nasabah jangkar (anchor client) perseroan," ujarnya.
Menurut Rico, besarnya kepercayaan kepada Bank Mandiri disebabkan dukungan prima layanan online sistem pada Mandiri Global Trade dan Mandiri Supply Chain Management. Juga layanan yang luas dan cepat produk Trade Finance melalui 13 trade servicing center dan 21 trade servicing desk/outlet, serta tarif yang kompetitif.
Di samping itu, Bank Mandiri juga memiliki kerja sama dengan 1.152 bank dari dalam dan luar negeri sebagai bank koresponden. Dengan memanfaatkan keunggulan tersebut, inovasi terbaru Bank Mandiri di layanan trade finance, yaitu PO Financing & Invoice Financing yang diluncurkan pada Juni 2013 telah berhasil membukukan transaksi senilai USD47,76 juta hingga akhir 2013.
"Tahun ini kami perkirakan transaksi PO Financing & Invoice Financing masih akan meningkat jauh dibanding pencapaian 2013. Selain itu kami akan lebih intensif menggarap pembiayaan komoditas tertentu serta bisnis perdagangan dengan Tiongkok," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :