Ini produk RI yang berpotensi tembus pasar AS
Senin, 07 April 2014 - 10:47 WIB
Ini produk RI yang berpotensi tembus pasar AS
A
A
A
Sindonews.com - Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Nus Nuzulia Ishak mengatakan, produk makanan dan minuman (mamin), furniture, kertas, dan seafood Indonesia berpotensi masuk pasar besar di Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, produk mamin Indonesia diminati khususnya di wilayah California. Untuk dapat terus meningkatkan ekspor produk mamin ke AS, Indonesia akan meminimalisasi hambatan dan kendala eksportasi seperti membuat industri UKM Indonesia dapat memenuhi ketentuan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), US Food and Drug Administration (FDA).
"Termasuk US Department of Agriculture. Terkait pemberian label, pembuatan kemasan, desain dan ukuran produk, Kementerian Perindustrian diharapkan dapat memberikan bantuan teknis kepada UKM produk mamin
Indonesia," kata dia dalam rilisnya, Senin (7/4/2014).
Untuk produk furniture, ekspornya dapat dilakukan dua kali lipat. Nus mengatakan, saat ini kesempatan tepat untuk meningkatkan ekspor furniture, karena produk furniture asal RRT ke pasar AS dikenakan anti dumping sangat tinggi, sekitar 100 persen. Khususnya, produk bedding furniture pada 2011.
"Karakteristik pasar AS yang memiliki empat musim akan menjadi peluang pasar bagi pengusaha furniture Indonesia untuk meningkatkan ekspornya dengan membuat produk yang sesuai dengan karakter pasar AS tersebut," ujarnya,
Selain itu, Nus mengatakan, beberapa produk kertas asal Indonesia yang mempunyai pasar yang baik di AS adalah tissue untuk semua jenis. Produk ini menempati urutan ke-4 terbesar dunia.
Dalam dialog yang dilakukan dengan importir produk seafood, Nus mengatakan, bahwa 91 persen kebutuhan seafood Amerika dipasok dari impor. Selain udang, produk potensial seafood yang banyak diminati di pasar AS adalah tuna segar, nila, dan pangasius (patin).
Saat ini, ekspor udang Indonesia mempunyai peluang sangat besar karena tidak dikenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD). Dalam kesempatan tersebut, Kemendag mengajak para importir California untuk hadir
dalam Trade Expo Indonesia 2014 yang akan berlangsung pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta.
Kemendag juga mengundang importir California untuk memanfaatkan fasilitas buying mission berupa insentif akomodasi dan transportasi guna mengunjungi sentra produksi di Indonesia.
Menurutnya, produk mamin Indonesia diminati khususnya di wilayah California. Untuk dapat terus meningkatkan ekspor produk mamin ke AS, Indonesia akan meminimalisasi hambatan dan kendala eksportasi seperti membuat industri UKM Indonesia dapat memenuhi ketentuan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), US Food and Drug Administration (FDA).
"Termasuk US Department of Agriculture. Terkait pemberian label, pembuatan kemasan, desain dan ukuran produk, Kementerian Perindustrian diharapkan dapat memberikan bantuan teknis kepada UKM produk mamin
Indonesia," kata dia dalam rilisnya, Senin (7/4/2014).
Untuk produk furniture, ekspornya dapat dilakukan dua kali lipat. Nus mengatakan, saat ini kesempatan tepat untuk meningkatkan ekspor furniture, karena produk furniture asal RRT ke pasar AS dikenakan anti dumping sangat tinggi, sekitar 100 persen. Khususnya, produk bedding furniture pada 2011.
"Karakteristik pasar AS yang memiliki empat musim akan menjadi peluang pasar bagi pengusaha furniture Indonesia untuk meningkatkan ekspornya dengan membuat produk yang sesuai dengan karakter pasar AS tersebut," ujarnya,
Selain itu, Nus mengatakan, beberapa produk kertas asal Indonesia yang mempunyai pasar yang baik di AS adalah tissue untuk semua jenis. Produk ini menempati urutan ke-4 terbesar dunia.
Dalam dialog yang dilakukan dengan importir produk seafood, Nus mengatakan, bahwa 91 persen kebutuhan seafood Amerika dipasok dari impor. Selain udang, produk potensial seafood yang banyak diminati di pasar AS adalah tuna segar, nila, dan pangasius (patin).
Saat ini, ekspor udang Indonesia mempunyai peluang sangat besar karena tidak dikenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD). Dalam kesempatan tersebut, Kemendag mengajak para importir California untuk hadir
dalam Trade Expo Indonesia 2014 yang akan berlangsung pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta.
Kemendag juga mengundang importir California untuk memanfaatkan fasilitas buying mission berupa insentif akomodasi dan transportasi guna mengunjungi sentra produksi di Indonesia.
(izz)