Konsumsi rumah tangga topang pertumbuhan ekonomi RI

Senin, 05 Mei 2014 - 15:30 WIB
Konsumsi rumah tangga...
Konsumsi rumah tangga topang pertumbuhan ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini ditopang pengeluaran konsumsi rumah tangga. Sementara pengeluaran ekspor dan impor mengalami penurunan.

Kepala BPS, Suryamin menjelaskan berdasarkan pengeluaran, perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I/2014 ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh sekitar 5,61 persen.

"Terdapat peningkatan konsumsi pada makanan dan non makanan sebagai penyebab dari pemilihan umum (pemilu). Untuk non makanan itu, ada pembelian kendaraan seperti mobil murah, motor, pakaian, alat angkutan dan sebagainya," katanya dalam Paparan Pertumbuhan Ekonomi 2014 di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Faktor lainnya, kata dia, pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 3,58 persen. Hal ini, terjadi karena pemerintah mencairkan anggaran di periode Januari-Maret untuk beberapa kegiatan yang sudah mulai lebih awal.

"Kegiatan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur dan perbaikan jalan dan jembatan. Ada pula penyaluran bantuan sosial. Misalnya program raskin, peningkatan belanja pegawai negeri sipil dan belanja barang-barang," terangnya.

Suryamin mengakui, kontribusi dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,13 persen. Sementara, pengeluaran ekspor dan impor menyumbang penurunan masing-masing sebesar 0,78 persen dan 0,66 persen.

"Memang benar, neraca perdagangan Maret 2014 surplus itu karena penurunan impor lebih cepat dibanding ekspor, sehingga ada surplus," ujarnya.

Jika dilihat, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2014 dibanding kuartal IV/2013 tercatat 0,95 persen. Pertumbuhan tersebut disumbang dari konsumsi rumah tangga sebesar 0,70 persen.

Kemudian, pengeluaran konsumsi pemerintah yang susut 44,17 persen, karena tren penggunaan anggaran membesar di semester akhir, kontribusi PMTB minus 5,62 persen serta ekspor dan impor masing-masing turun 11,44 persen dan 12,93 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved