BPS: Pekerja informal lebih banyak daripada formal

Senin, 05 Mei 2014 - 15:46 WIB
BPS: Pekerja informal...
BPS: Pekerja informal lebih banyak daripada formal
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik menjelaskan secara sederhana, bahwa kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasikan berdasarkan dari beberapa status pekerjaan.

Terdapat 7 status pekerjaan yang menjadi data dari BPS yaitu, berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, berusaha dibantu buruh tetap, buruh/karyawan, pekerja bebas di pertanian, pekerja bebas di nonpertanian dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

"Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal," ujar Kepala BPS, Suryamin saat memaparkan tentang pertumbuhan ekonomi di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Dia menjelaskan, kategori pekerja berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, berusaha dibantu buruh tetap, buruh/karyawan, bisa dikatakan mereka adalah seorang entrepreneur yang membuka usaha sendiri yang biasanya disebut UMKM

Suryamin memaparkan, dalam setahun terakhir, (Februari 2013-Februari 2014), penduduk bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap berkurang 30 ribu orang dan penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan bertambah sebanyak 1,3 juta orang.

"Keadaan ini menyebabkan jumlah pekerja formal bertambah sekitar 1,3 juta orang dan persentase pekerja formal naik dari 39,66 persen pada Februari 2013 menjadi 40,19 persen pada Februari 2014," ujarnya.

Komponen pekerja informal sendiri, lanjutnya, terdiri dari penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas di pertanian, pekerja bebas di nonpertanian dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

Dalam setahun terkahir (Februari 2013-Februari 2014) pekerja informal secara absolut bertambah sebanyak 420 ribu orang, tetapi secara persentase pekerja informal berkurang dari 60,34 persen pada Februari 2013 menjadi 59,81 persen pada Februari 2014.

"Kenaikan secara absolut ini berasal dari hampir seluruh komponen pekerja informal, kecuali penduduk bekerja berstatus berusaha dibantu buruh tidak tetap dan pekerja bebas di pertanian," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved